< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12

Page 8 of 12
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.15 No. 1

20

H a l a m a n

untuk data ordinal maupun data interval

yang memiliki distribusi asimetris, ukuran

pemusatan

dapat

dilakukan

melalui

distribusi rentang antar kuartil. Kuartil

pertama persentil ke-25, kuartil kedua

(median) persentil ke-50 dan kuartil ketiga

persentil ke-75. Pada kuesioner yang

menggunakan skala 1 sampai 5 maka

kuartil pertama = 1-2 kategori buruk (<2) ,

kuartil kedua = 2-3 kategori kurang (>=2),

kuartil ketiga = 3-4 kategori cukup (>=3)

dan kuartil keempat = 4-5 kategori baik

(>=4).

1. Pengujian Hipotesis

a. Hipotesis Pertama

H0:γ1.1,γ1.2,β

1.1

= 0

:

Manajemen kinerja

(η1)

tidak

dipengaruhi oleh

pemanfaatan

teknologi informasi

(ξ1)

dan

iklim

organisasi (ξ2)

H1:γ1.1,γ1.2,β

1.1

≠ 0

:

Manajemen kinerja

(η1)

dipengaruhi

oleh pemanfaatan

teknologi informasi

(ξ1)

dan

iklim

organisasi (ξ2)

b. Hipotesis Kedua

H

1.1,

γ

1.2,

β

1.1

2.1

= 0

:

Kinerja program

studi (η

2

) tidak

dipengaruhi

secara

langsung

pemanfaatan

teknologi informasi

(ξ1) dan iklim

organisasi

(ξ2)

maupun

tidak

langsung melalui

manajemen

kinerja (η1)

H

1.1,

γ

1.2,

β

1.1

2.1

≠ 0

:

Kinerja program

studi

2

)

dipengaruhi

secara

langsung

pemanfaatan

teknologi informasi

(ξ1) dan iklim

organisasi

(ξ2)

maupun

tidak

langsung melalui

manajemen

kinerja (η1)

Untuk

Pengujian

hipotesis

parsial,

menggunakan uji “t” dengan rumus:

Pengujian Hipotesis Simultan menggunakan

uji F dengan rumus:

Kriteria uji:

Tolak hipotesis nol jika F lebih besar dari

nilai F tabel pada tingkat signifikansi 5%

dan dengan derajat bebas pembilang v

1

= k,

dan derajat bebas penyebut v

2

= n-k-1.

Dengan k adalah banyaknya variabel

penyebab dan n adalah ukuran sampel.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Keberhasilan

organisasi,

dalam

hal

Universitas Komputer Indonesia bukan

hanya

tergantung

pada

bagaimana

organisasi tersebut melaksanakan proses

dan aktivitas kesehariannya semata, akan

tetapi bagaimana kegiatan dan aktivitas

rutin maupun kondisional diintegrasikan

dalam seluruh komponen organisasi yang

rawan konflik. Peningkatan efisiensi dan

efektivitas yang mendorong ke arah inovasi

memerlukan usaha-usaha yang terencana

dengan baik dan terjamin keberlanjutannya

untuk

mempertajam

arah

dan

Eddy Soeryanto Soegoto

3

3

ˆ

ˆ

( )

i

i

t

SE

F

1

=

R

2

/ k

(1- R

2

) /(n - k - 1)