< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12Page 13Page 14

Page 3 of 14
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.15 No. 1

27

H a l a m a n

kredit yang akan dihadapi oleh bank. Dia

menyatakan bahwa KPR akan tetap tumbuh

jika didominasi oleh segmen menengah

karena umumnya segmen tersebut membeli

karena kebutuhan. Selain itu, segmen

menengah dinilai memiliki kemampuan

cukup untuk membayar cicilan KPR.

(ekonomi-indonesia-bisnis.infogue.com, 28

mei 2008)

Penurunan suku bunga menjadikan daya

beli konsumen meningkat, sehingga tingkat

penjualan rumah pun ikut meningkat.

Penurunan suku bunga Kredit Pemilikan

Rumah (KPR) pada salah satu Bank di Indo-

nesia, dari 14% menjadi 10-12% ternyata

berdampak positif. Penurunan ini menjadi-

kan daya beli konsumen ikut meningkat.

Bahkan, penambahan perumahan baru ter-

sebut bisa mencapai 80% atau terjadi

penjualan sekitar 3.820 unit rumah baru

hingga akhir 2009. Menurut Director Asso-

ciate Procon, Utami Prastiana, indikasi pen-

ingkatan daya beli konsumen ini terlihat,

dari peningkatan penjualan rumah pada

kuartal III 2009. Pada kuartal tersebut,

penjualan rumah baru mencapai 75% dari

pasokan perumahan baru yang ada. Dengan

kata lain, ada pembelian rumah baru sekitar

2.560 unit. Padahal, pada kuartal II 2009,

penjualan rumah baru hanya mencapai seki-

tar 1.400 unit. Penambahan penjualan ru-

mah itu didominasi perumahan segmen

menengah di kawasan Bekasi dan Bogor,

Jawa Barat.

Dari uraian diatas maka penulis tertarik

untuk meneliti tentang Analisis Pengaruh

Tingkat Suku Bunga Kredit Pemilikan Ru-

mah Terhadap Jumlah Pengajuan Kredit

Pemilikan Rumah pada PT. Bank Rakyat

Indonesia (Persero) Tbk. Kantor Cabang

Pamanukan.

KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN,

DAN HIPOTESIS

Salah satu kegiatan bank adalah

menyalurkan dana berupa pinjaman atau

kredit. Bank dapat memberikan kredit

apabila memiliki dana atau tagihan yang

sama dengan kredit tersebut. Pengertian

kredit secara universal menurut undang-

undang Perbankan Indonesia No. 10 tahun

1998, yaitu

:

“Kredit adalah penyediaan uang atau

tagihan yang dapat dipersamakan

dengan itu, berdasarkan persetujuan

atau kesepakatan pinjam-meminjam

antara bank dengan pihak lain yang

mewajibkan pihak peminjam untuk

melunasi hutangnya setelah jangka

waktu tertentu dengan pemberian

bunga.”

Berdasarkan pada pengertian diatas dapat

diketahui bahwa transaksi kredit timbul

sebagai akibat suatu pihak meminjam

kepada pihak lain, baik itu berupa uang,

barang dan sebagainya yang dapat

menimbulkan tagihan bagi kreditur. Hal lain

yang dapat menimbulkan transaksi kredit

yaitu berupa kegiatan jual beli dimana

pembayarannya akan ditangguhkan dalam

suatu jangka waktu tertentu baik sebagian

maupun seluruhnya. Kegiatan transaksi

kredit tersebut akan mendatangkan piutang

atau

tagihan

bagi

kreditur

serta

mendatangkan kewajiban untuk membayar

bagi debitor.

Jenis kredit atau jasa kredit yang diberikan

oleh bank sangat bervariasi. Salah satu

bentuk kredit yang diberikan oleh bank

adalah KPR atau kredit pemilikan rumah.

Dimana kredit ini merupakan kredit yang

diberikan bank guna membantu masyarakat

Wati Aris Astuti, Novi Nurmala Dewi