< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12Page 13Page 14

Page 4 of 14
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.15 No. 1

28

H a l a m a n

dalam

mendapatkan

rumah

melalui

pembayaran berupa angsuran atau cicilan.

Menurut Bank Indonesia pengertian KPR:

“KPR adalah suatu fasilitas kredit yang

diberikan oleh perbankan kepada para

nasabah perorangan yang akan membeli

atau memperbaiki rumah.”

Seperti

yang

kita

ketahui

sebelumnya kredit yang diberikan oleh bank

memberikan kontribusi pendapatan bagi

bank berupa bunga.

Dalam pemberian kredit pemilikan rumah

ini, nasabah dikenakan bunga sebagai biaya

peminjaman sesuai dengan tingkat suku

bunga yang telah ditetapkan oleh bank yang

bersangkutan. Adapun pengertian suku

bunga menurut Sunariyah yang dikutip

dalam penelitian Rya (2009) yaitu :

“Suku bunga adalah harga dari pin-

jaman. Suku bunga dinyatakan sebagai

persentase uang pokok per unit waktu.”

Frederic S. Mishkin (2008:135), menya-

takan bahwa

:

“semakin tinggi perkiraan suku bunga

dimasa depan, maka semakin menurun

permintaan.”

Teori tersebut menunjukkan bahwa suku

bunga mempengaruhi keputusan seseorang

untuk

melakukan

permohonan

KPR.

Dengan kata lain, terdapat kemungkinan

semakin tinggi suku bunga maka semakin

rendah jumlah pengajuan KPR.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh

peneliti sebelumnya menyatakan bahwa

terdapat hubungan antara suku bunga

dengan

permintaan.

Penelitian

yang

dilakukan oleh Ni Nyoman Aryaningsih pada

PT. BPD Cabang Pembantu Kediri(2008),

memperoleh hasil penelitian yaitu secara

parsial diperoleh nilai koefisien regresi suku

bunga terhadap permintaan kredit sebesar

0,659 (65,9%). Ini berarti suku bunga

berpengaruh terhadap permintaan kredit

sebesar 65,9%, sisanya sekitar 34,1%

dipengaruhi oleh variable lain.

Dari penelitian yang dilakukan oleh Ni

Nyoman Aryaningsih tersebut terdapat

Wati Aris Astuti, Novi Nurmala Dewi