< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12Page 13Page 14

Page 9 of 14
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.15 No. 1

33

H a l a m a n

5. Tahun 2007

Pada triwulan pertama tahun 2007 tingkat

suku bunga mengalami penurunan menjadi

14.5%. Hal ini dikarenakan perekonomian

stabil sehingga BI menurunkan BI Ratenya

dan mengakibatkan bank ikut menurunkan

tingkat suku bunga KPRnya. Pada triwulan

kedua tahun 2007, tingkat suku bunga

mengalami penurunan kembali menjadi

14% Pada triwulan ketiga dan keempat

tahun 2007, tingkat suku bunga tetap

sebesar 14%.

6. Tahun 2008

Pada triwulan pertama tahun 2008, tingkat

suku bunga tetap sebesar 14%. Pada

triwulan kedua tahun 2008,tingkat suku

bunga mengalami penurunan sebesar 1%

menjadi 13%. Kemudian tingkat suku bunga

tetap sebesar 13% sampai triwulan ketiga

tahun

2008.

Hal

ini

dikarenakan

perekonomian yang semakin stabil sehingga

pihak bank menurunkan tingkat suku

bunganya agar masyarakat banyak yang

mengajukan KPR. Pada triwulan keempat

tahun 2008, tingkat suku bunga mengalami

kenaikan sebesar 1% yaitu dari 13%

menjadi 14%. Hal ini diakibatkan karena

kenaikan harga BBM yang menyebabkan

Bank

BI

sebagai

otoritas

moneter

menaikkan BI ratenya sehingga Bank-bank

juga ikut menaikkan tingkat suku bunganya

termasuk PT. Bank Rakyat Indonesia

(Persero) Tbk. Kantor Cabang Pamanukan.

7. Tahun 2009

Pada triwulan pertama tahun 2009, tingkat

suku bunga mengalami menjadi 13,25%.

Kemudian tingkat suku bunga tetap sebesar

13,25% sampai triwulan keempat tahun

2009. Hal ini dikarenakan stabilitas

perekonomian negara mulai berjalan

dengan baik sehingga BI menurunkan BI

ratenya dan mengakibatkan Bank-bank

menurunkan tingkat suku bunganya.

Penjelasan diatas memberikan gambaran

bahwa tingkat suku bunga kredit pemilikan

rumah pada PT. Bank Rakyat Indonesia

(Persero) Tbk. Kantor Cabang Pamanukan

tahun

2003-2009

per

triwulanan

mengalami kenaikan dan penurunan.

Kenaikan dan Penurunan tingkat suku

bunga KPR tersebut disebabkan oleh

Perubahan

kondisi

perekonomian

di

Indonesia. Kenaikan tingkat suku bunga

terjadi karena kenaikan harga BBM dan

perkiraan inflasi seperti yang terjadi tahun

2005 dan tahun 2008 yang menyebabkan

BI sebagai otoritas moneter menaikkan BI

ratenya sehingga mengakibatkan PT. Bank

Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Kantor

Cabang Pamanukanpun menaikkan tingkat

suku bunganya. Selain itu kenaikan tersebut

disebabkan oleh keberadaan resiko pada

pinjaman. Bila resiko pinjaman tinggi maka

bank akan menaikkan tingkat suku

bunganya agar bank tidak mengalami

kerugian yang sangat berarti. Hal tersebut

sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh

Darmawi dan Alihozi.

2. Hasil Analisis Kuantitatif

Hasil analisis statistik dari penelitian ini

dibagi menjadi tiga, yaitu:

a. Analisis Regresi Linier Sederhana, den-

gan menggunakan rumus

Hasil output dari pengolahan data menggu-

SPSS versi 17.0 for Win-

dows

Wati Aris Astuti, Novi Nurmala Dewi

Y = a + bX