< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8

Page 5 of 8
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.15 No. 1

43

H a l a m a n

Granger Casuality

granger causality

sud untuk mengetahui suatu variabel mem-

iliki hubungan dua arah atau hanya satu

arah saja dengan variabel lainnya (Nachrowi

granger causality

dilakukan dengan hipotesis:

1. H

= SHCOMP tidak mempengaruhi

(tidak menyebabkan) IHSG

H

1

= SHCOMP mempengaruhi

(menyebabkan) IHSG

2. H

= IHSG tidak mempengaruhi (tidak

menyebabkan) SHCOMP

H

1

=

IHSG

mempengaruhi

(menyebabkan) SHCOMP

3. Pembahasan

time

series

salah seperti autokorelasi, tidak statisioner,

dan mengalami heteroskedastisitas. untuk

volatility spillover,

time series dari IHSG dan SHCOMP diubah

return.

statistic deskriptif yang dilakukan untuk

mendapatkan gambaran singkat dari data

yang digunakan pada penelitian ini.

Tabel 1. Statistik deskriptif

unit rootAugmented Dickey-

Fuller

statisioner data, sampai diperoleh data yang

statisioner yang artinya data yang vari-

ansinya tidak terlalu besar dan cenderung

mendekati nilai rata-ratanya. Tabel 3.2

merupakan hasil dari uji stasioneritas data

Augmented Dickey

Fullerlevel

first difference.

Mariyatul Kibtiyah, Andrieta Shintia Dewi

, Tieka Trikartika G

Unit Root

Augmented Dickey-Fuller

Level

First Difference

Augmented Dickey-

Fuller test statistic

p-value

SHCOM

P

IHSG

SHCOM

P

IHSG

0.497

0.3214

0.0000

0.0000

Dengan tingkat singnifikasi (α) sebesar 5%,

data SHCOMP dan IHSG tidak stasioner pa-

levelt-statisticα. Level

adalah tingkat paling dasar dari data yang

return

yang tidak stasioner perlu di stasionerkan

terlebih dahulu dengan menggunakan

first

differencefirst difference

SHCOMP dan IHSG distasionerkan dengan

return

first difference

t-statistic < α

returnre-

turnfirst differ-

ence