Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8

Page 1 of 8
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.15 No. 1

71

H a l a m a n

ANALISIS PREDIKSI KEBANGKRUTAN DENGAN MODEL ALTMAN, SPRINGATE,

OHLSON, DAN GROVER PADA PERUSAHAAN DI SEKTOR PERTANIAN BURSA

EFEK INDONESIA PERIODE 2011 – 2015

ANNISA OKTAVIANDRI, ANISAH FIRLI, ALDILLA IRADIANTY

Program Studi manajemen Bisnis Telekomunikasi dan Informatika

Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Universitas Telkom

Sektor pertanian merupakan sektor utama yang terdaftar dalam Bursa Efek

Indonesia (BEI). Kondisi ekonomi Indonesia yang sedang lesu memberikan

dampak terhadap kinerja perusahaan di sektor pertanian, dibuktikan dengan

menurunnya konstribusi sektor pertanian terhadap PDB Indonesia dan

menurunnya indeks saham sektor pertanian. Kondisi tersebut dikhawatirkan

akan mendorong perusahaan di sektor pertanian kepada kebangkrutan,

sehingga diperlukan adanya early warning bagi perusahaan agar dapat

mengantisipasi kemungkinan yang akan terjadi dengan menggunakan model

prediksi kebangkrutan.

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan empat model prediksi

kebangkrutan, yaitu model Altman, Springate, Ohlson, dan Grover sebagai

prediktor terbaik dalam menganalisis kebangkrutan pada perusahaan di sektor

pertanian yang terdaftar di BEI periode 2011-2015.

Jenis penelitian dilakukan dengan cara deskriptif verifikatif. Populasi yang

digunakan adalah perusahaan yang bergerak di sektor pertanian yang terdaftar

di BEI periode 2011-2015. Teknik pengambilan sampel yaitu menggunakan

metode non-probality sampling dengan pendekatan purposive sampling dan

didapatkan 14 perusahaan untuk dijadikan sampel penelitian. Uji hipotesis

dilakukan dengan menggunakan paired t-test dan tingkat kesesuaian. Hasil

analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara beberapa model

prediksi dan model prediksi terbaik adalah model Grover dengan tingkat

kesesuaian sebesar 82,86%.

KeywordsKebangkrutan, Altman, Springate, Ohlson, Grover

PENDAHULUAN

1.

Kondisi ekonomi di Indonesia saat ini sedang

lesu, kondisi ini memberikan dampak pada

sektor pertanian di Indonesia. Hal ini

dibuktikan dengan menurunnya kontribusi

sektor pertanian terhadap produk domestik

bruto (PDB) Indonesia. Dapat dilihat dari

Gambar 1.1 berikut ini:

bidang

EKONOMI