< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12

Page 6 of 12
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.6, No. 2

136

H a l a m a n

Dengan demikian timbul peranyaan apa

yang menjadi kunci penentu nilai bagi

perusahaan dan bagaimana perusahaan

melihat kinerjanya berdasarkan nilai-nilai

penentu tersebut? Berikut adalah

beberapa tipe analisis yang dapat

mengarah pada kinerja dengan nilai yang

lebih baik:

Analisis nilai perusahaan dan portofo-

lio dapat menentukan strategi yang

dapat meningkatkan nilai hari ini dan

esok.

Analisis kompetitif eksternal memberi

k ont ek s

d a lam

m e ne nt uk an

serangkaian target.

Kunci-kunci penentu nilai diidentifikasi

dan menjadi prioritas.

Perencanaan mengarahkan strategi ke

inisiatif-inisiatif investasi kapital,

alokasi sumber daya dan perencanaan

alokasi dana.

Model pengelolaan lembaga perguruan

tinggi dapat disetarakan dengan model

stakeholder

(mahasiswa, dosen, staf, pengelola) juga

menjadi ukuran keberhasilannya.

Manajemen perguruan tinggi haruslah

dikelola secara profesional seperti

layaknya lembaga bisnis lainnya, tetapi

dengan tetap mengutamakan mutu

akademik sebagai “produk jasa” yang

harus dicapainya. Perguruan tinggi

stakeholder

Mahasiswa, Dosen, Karyawan, pemilik

supplier

serta lembaga pendidikan lain sebagai

takeholder

eksternal perguruan tinggi antara lain

adalah pemerintah, organisasi profesi, dan

kelompok lain dalam masyarakat.

Dalam pendidikan global, sangatlah

diperlukan untuk mengatur kerangka kerja

dengan batasan ideologi dan norma sosial

yang jelas untuk rancangan kurikulum

sehingga semua aktivitas edukasional

dapat memiliki fokus lokal yang jelas

ketika mendapat keuntungan dari

keterbukaan akan masukan dan ilmu-

pengetahuan global yang luas. Jelasnya,

loyalitas dan perhatian lokal seharusnya

menjadi bagian inti dari pendidikan. Hasil

edukasional yang diharapkan adalah

untuk pengembangan seseorang lokal

dengan pandangan global yang terbatas,

yang dapat bertindak secara lokal dengan

ilmu-pengetahuan yang telah disaring

Teori ini dapat membantu untuk menjamin

relevansi lokal dalam pendidikan global

dan menghindari hilangnya identitas dan

perhatian lokal selama globalisasi atau

keterbukaan internasional. Khususnya

kerangka kerja lokal melindungi

kepentingan lokal dari terglobalisasi

berlebih. Tetapi dalam prakteknya,

seringkali sangat sulit untuk membangun

batasan budaya atau sosial yang cocok

untuk menyaring dampak global dan

menjamin relevansi lokal karena batasan

yang terlalu ketat dan dekat untuk

menghentikan segala interaksi yang

diperlukan dan berarti dengan dunia luar

dan membatasi pertumbuhan ilmu-

pengetahuan lokal atau karena batasan

terlalu longgar dan kehilangan fungsinya

sebagai penyaring dan pelindung.

IV. APLIKASI (EVALUASI MANAJEMEN

KINERJA DENGAN PENDEKATAN

BALANCED SCORECARD

Pendekatan Balanced Scorecard dalam

Pengukuran

Manajemen

Kinerja

Perusahaan

Kelemahan-kelemahan pada pengukuran

tradisional terhadap kinerja perusahaan

telah memunculkan kebutuhan akan

pengukuran yang lebih luas dan tidak

semata-mata didasarkan pada sudut

pandang finansial. Ukuran finansial lebih

banyak bercerita tentang masa lalu dan

tidak dapat membimbing organisasi

untuk menciptakan nilai melalui investasi

pada pelanggan, pemasok, karyawan,

proses, teknologi, dan inovasi. Hadirnya

Balanced Scorecard sebagai pendekatan

baru dalam sistem pengukuran kinerja

Eddy Soeryanto Soegoto