< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12

Page 7 of 12
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.6, No. 2

137

H a l a m a n

diklaim mampu mengatasi kelemahan-

kelemahan tersebut.

K e u n g g u l a n - k e u n g g u l a n

s i s t e m

pengukuran kinerja perusahaan dengan

mempergunakan Balanced Scorecard

adalah sebagai berikut :

1. Balanced Scorecard tidak hanya

memperhatikan kinerja untuk tujuan

jangk a

pend ek,

t et api

juga

memperhatkan tujuan jangka panjang

perusahaan.

2. Balanced Scorecard juga mencakup

ukuran-ukuran finansial dan non

finansial

yang

mencerminkan

keterkaitan dalam suatu hubungan

sebab akibat, dan bukan semata-mata

kumpulan ukuran-ukuran yang

kompleks.

3. Dengan tetap mempertahankan

penekanan pada tujuan finansial

(leading indicator), Balanced Scorecard

juga menyertakan penggerak (lagging

indicator) untuk mencapai tujuan

finansial tadi. Jadi, perusahaan tetap

berada di jalur hasil finansial sambil

memperhatikan kemajuan dalam

membangun kapabilitas dan intangible

asset yang diperlukan untuk

pertumbuhan di masa datang.

4. Balanced Scorecard memandang

kinerja tidak hanya dari perspektif

internal seperti proses bisnis internal,

tetapi jga perspektif eksternal

perusahaan seperti perspektif

pelanggan.

5. Balanced Scorecard lebih dari sekedar

sistem pengukuran kinerja, karena \

Balanced Scorecard dapat digunakan

sebagai kerangka bagi proses

manajemen strategik, artinya Balanced

Scorecard dapat digunakan untuk

mengklarifikasi, mengkomunikasikan,

dan mengelola strategi perusahaan.

Perusahaan-perusahaan yang inovatif

menggunakan Balanced Scorecard untuk

mengkomunikasikan dan mengelola

strategi perusahaan. Fokus pengukuran

dalam

Balanced

Scorecard

ini

memberikan kerangka untuk melakukan

proses manajemen yang penting, yaitu :

1. Mengklarifikasi dan menerjemahkan

visi dan strategi organisasi.

2. M e n g k o m u n i k a s i k a n

d a n

menghubungkan sasaran dan ukuran

stratejik.

3. Merencanakan, menetapkan target

dan menggariskan inisiatif stratejik.

4. Mendorong umpan balik dan

pembelajaran stratejik.

Balanced Scorecard merupakan sistem

pengukuran

manajem en

kinerja

perusahaan secara komprehensif yang

meliputi aspek finansial dan non

finansial. Dalam balanced Scorecard

ukuran finansial yang menunjukkan

kinerja masa lalu dilengkapi dengan

ukuran-ukuran non finansial yang

menunjukkan penggerak (drivers) bagi

kinerja masa yang akan datang (Kaplan

dan Norton, 1996:8). Balanced Scorecard

memandang kinerja melalui empat

perspektif yaitu perspektif keuangan,

perspektif pelanggan, perspektif bisnis

internal, dan perspektif pembelajaran

dan pertumbuhan. Melalui keempat

perspektif ini, sasaran dan ukuran

Balanced Scorecard diturunkan dari visi

dan strategi organisasi.