< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12

Page 7 of 12
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.7, No. 1

119

H a l a m a n

akan meningkat perasaan mempunyai

kewajiban dalam diri karyawan untuk

membalas dukungan tersebut dengan

upaya kerja yang lebih besar pula.

Kualitas pelayanan, sebagai tampilan

perilaku, mencerminkan keseluruh upaya

kerja karyawan di dalam menyelesaikan

pekerjaan yang berhubungan dengan

melayani pelanggan. Upaya kerja

merupakan perantara bagi motivasi dan

performance

mekanisme dalam menterjemahkan

motivasi kedalam suatu penyelesaian

perkerjaan (Brown and Peterson (1994)

and Walter et. al (1977) : kualitas

pelayanan karyawan, sebagai suatu

tampilan kinerja perilaku, mencerminkan

keseluruhan upaya karyawan yang

dikeluarkan dan dilakukan di dalam

berbagai situasi kerja di tempat-tempat

pelayanan. Usaha yang dilakukan oleh

karyawan

di

dalam

pekerjaannya

seharusnya tercerminkan di dalam kinerja

pelayanan, yang akan dilihat dan

dirasakan dari sudut pandang pelanggan.

(Mahn Hee Yoon, Sharon E. Beatty dan

Jaebeom Suh, 2001 : pp. 505)

Ha 4 : Upaya kerja berpengaruh signifikan

terhadap kualitas pelayanan

Penyelundupan pajak dalam Moh. Zain

(2005:49), Harry Graham Balter memberi

pengertian mengenai penyelundupan pajak,

yaitu sebagai usaha yang dilakukan oleh

Wajib Pajak apakah berhasil atau tidak

untuk mengurangi atau sama sekali

menghapus utang pajak yang berdasarkan

ketentuan

yang

berlaku

sebagai

pelanggaran terhadap perundang-undangan

perpajakan. Merupakan usaha aktif Wajib

Pajak dalam hal mengurangi, menghapus,

manipulasi ilegal terhadap utang pajak atau

meloloskan diri untuk tidak membayar pajak

sebagaimana yang telah terutang menurut

aturan perundang-undangan.

Walaupun pada dasarnya antara

penghindaran pajak dan penyelundupan

pajak mempunyai sasaran yang sama, yaitu

mengurangi beban pajak, akan tetapi cara

penyelundupan pajak jelas merupakan

perbuatan illegal dalam usaha mengurangi

beban pajak tersebut. Penyelundupan pajak

(tax evasion)

sebagai suatu tindakan atau sejumlah

tindakan yang merupakan pelangaran

terhadap ketentuan peraturan perundang-

undangan perpajakan seperti:

tidak dapat memenuhi pengisian Surat

Pemberitahuan (SPT) tepat pada

waktunya

tidak dapat memenuhi pembayaran

pajak tepat pada waktunya

tidak dapat memenuhi pelaporan

penghasilan

dan

pengurangannya

secara lengkap dan benar

tidak dapat memenuhi kewajiban

memelihara pembukuan

tidak dapat memenuhi kewajiban

menyetorkan pajak penghasilan para

karyawan yang dipotong dan pajak lain

yang telah dipungut.

Tidak dapat memenuhi kewajiban

membayar taksiran utang pajak

Tidak dapat memenuhi permintaan

fiskus akan informasi pihak ketiga

Pembayaran dengan cek kosong bagi

Negara

yang

dapat

melakukan

pembayaran pajaknya dengan cek

Melakukan penyuapan terhadap aparat

perpajakan

dan

atau

tindakan

intimidasi

lainnya.

(Moh.

Zain,

2005:48)

Ian

Wallschutzky

(1993:148)

menyebutkan ada beberapa penyebab

tax evasiontax

avoidance,

tax payers

service.

disebutkan

oleh

Ian

Wallschutzky

merupakan salah satu hal penting dalam

usaha

fiskus

untuk

meningkatkan

kepatuhan Wajib Pajak dan memelihara

kepatuhan Wajib Pajak serta mengurangi

tindakan penyelundupan pajak.

Semakin baik suatu perusahaan atau

penyedia jasa mampu memenuhi harapan

dan kebutuhan pelanggannya maka akan

semakin baik tingkat kepuasan yang

dirasakan oleh pelanggan dan semakin baik

pula nilai kualitas pelayanan perusahaan

penyedia

jasa

tersebut

di

mata

Siti Kurnia Rahayu