< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10

Page 3 of 10
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.7, No. 2

225

H a l a m a n

Eva Ervani

tinggi.Berdasarkan data, pertumbuhan

kredit secara umum pada saat itu adalah

antara

23%-24%,

sedangkan

pertumbuhan kredit properti mencapai

angka 35% (Tobing, 2002). Sedangkan di

sisi lain sektor riil sangat membutuhkan

aliran dana segar berupa kredit tersebut

sehingga

pertumbuhan

ekonomi

diharapkan mengalami pergerakan ke

arah positif.

Perumusan Masalah

Pertumbuhan

ekonomi

Indonesia

selama tahun 1980-2004 mengalami

fluktuasi karena banyak faktor yang

mempengaruhi pertumbuhan ekonomi

seperti: investasi, sumber daya manusia,

jumlah uang beredar, tingkat suku bunga

dan kegiatan ekspor.

Berdasarkan uraian di atas, maka

timbul suatu pertanyaan apakah faktor-

faktor tersebut diatas berpengaruh secara

signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi

di Indonesia.

LANDASAN TEORI

Teori Pertumbuhan Ekonomi Modern

Kuznets (Todaro, 2000: 144).

Menurut

Kuznets,

definisi

pertumbuhan ekonomi suatu negara

adalah kenaikan kapasitas dalam jangka

panjang dari negara yang bersangkutan

untuk menyediakan berbagai barang

ekonomi kepada penduduknya. Kenaikan

kapasitas itu dimungkinkan oleh adanya

kemajuan

teknologi,

institusional

(kelembagaan) dan ideologis terhadap

berbagai tuntutan keadaan yang ada.

Profesor

Kuznets

megemukakan

6

karakteristik atau ciri proses pertumbuhan

ekonomi yang bisa ditemui di hampir

semua negara adalah,

1) Tingkat pertumbuhan output per

kapita dan pertumbuhan penduduk

yang tinggi.

2) Tingkat

kenaikan

total

produktivitas faktor yang tinggi.

3) Tingkat transformasi struktural

ekonomi yang tinggi.

4) Tingkat transformasi sosial dan

ideologi yang tinggi.

5) Adanya

kecenderungan

negara-

negara yang mulai atau yang sudah

maju

perekonomiannya

untuk

berusaha merambah bagian-bagian

dunia lainnya sebagai daerah

pemasaran dan sumber bahan baku

yang baru.

6) Terbatasnya

penyebaran

pertumbuhan ekonomi yang hanya

mencapai sekitar sepertiga bagian

penduduk dunia.

Teori Pembangunan Rostow (Arsyad, 1992:

39-41).

Menurut Rostow, proses pembangunan

ekonomi bisa dibedakan kedalam 5 tahap,

1) Masyarakat tradisional

2) Tahap prasyarat tinggal landas

3) Tahap tinggal landas

4) Tahap menuju kedewasaan

5) Masa konsumsi energi

Dasar pembedaan proses pembangunan

menjadi

5

tahap

tersebut

adalah

karakteristik perubahan ekonomi, sosial dan

politik yang terjadi. Menurut Rostow

pembangunan ekonomi atau transformasi

suatu masyarakat tradisional menjadi

masyarakat modern merupakan suatu

proses

yang

multi

dimensional.

Pembangunan ekonomi bukan berarti

perubahan struktur ekonomi suatu negara

yang ditujukan oleh menurunnya peranan

sektor pertanian dan peningkatan peranan

sektor industri jasa.

Teori Pertumbuhan Ekonomi Klasik (Arsyad,

1992: 49).

Terdapat

dua

aspek

utama

pertumbuhan ekonomi menurut Adam

Smith yaitu:

1) Pertumbuhan output total

Terdapat tiga unsur pokok dalam

sistem produksi suatu negara yaitu:

Sumber daya alam yang

tersedia

Sumber

daya

insani

(jumlah penduduk)