< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10

Page 3 of 10
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.8, No. 1

13

H a l a m a n

nannya.

Ada banyak sekali definisi dan

pengertian kualitas, yang sebenarnya de-

finisi atau pengertian yang satu hampir

sama dengan definisi atau pengertian

yang lain. Pengertian kualitas menurut

beberapa ahli yang banyak kenal antara

lain :

 Juran (1962) “Kualitas adalah kese-

suaian dengan tujuan atau manfaat-

nya.”

 Crosby (1979) “Kualitas adalah kese-

suaian dengan kebutuhan yang meli-

availabilitydeliveryreliability,

maintainability,cost effective-

ness.”

 Deming (1982) “Kualitas harus bertu-

juan memenuhi kebutuhan pelanggan

sekarang dan di masa mendatang.”

 Feigenbaum (1991) “Kualitas meru-

pakan keseluruhan karakteristik pro-

marketing,

engineering, manufacture,mainte-

nance,

tersebut dalam pemakaiannya akan

sesuai dengan kebutuhan dan harapan

pelanggan.”

 Scherkenbach (1991) “Kualitas diten-

tukan oleh pelanggan; pelanggan

menginginkan produk dan jasa yang

sesuai dengan kebutuhan dan hara-

pannya pada suatu tingkat harga ter-

tentu yang menunjukan nilai produk

tersebut.”

 Elliot (1993) “Kualitas adalah sesuatu

yang berbeda untuk orang yang ber-

beda dan tergantung pada waktu dan

tempat, atau dikatakan sesuai dengan

tujuan.”

 Goetch dan Davis (1995) “Kualitas

adalah suatu kondisi dinamis yang ber-

kaitan dengan produk, pelayanan,

orang, proses, dan lingkungan yang

memenuhi atau melebihi apa yang di-

harapkan.”

ISO 8402

dari Standar Nasional Indonesia (SNI

19-8402-1991), kualitas adalah kese-

luruhan ciri dan karakteristik produk

atau jasa yang kemampuannya dapat

memuaskan kebutuhan, baik yang din-

yatakan secara tegas maupun ter-

samar. Istilah kebutuhan diartikan se-

bagai spesifikasi yang tercantum

dalam kontrak maupun kriteriakriteria

yang harus didefinisikan terlebih da-

hulu.

Acceptance

Sampling

adalah

SamplingAcceptance Sam-

pling

inspeksi antara perusahaan dengan pe-

masok, antara pembuat produk dengan

konsumen, atau antar divisi dalam perusa-

Acceptance Sam-

pling

perbaikan kualitas proses, melainkan

hanya sebagai metode untuk menentukan

disposisi terhadap produk yang datang

(bahan baku) atau produk yang telah diha-

Accep-

tance Sampling

gai alasan, misalnya karena pengujian

yang dapat merusakkan produk, karena

biaya inspeksi sangat tinggi, karena 100%

inspeksi yang dilakukan memerlukan

waktu yang lama, atau karena pemasok

memiliki kinerja yang baik tetapi beberapa

tindakan pengecekan tetap harus dilak-

sanakan, atau pun karena adanya isu-isu

mengenai tanggung jawab perusahaan

terhadap produk yang dihasilkan. Ada be-

berapa keunggulan dan kelemahan dalam

Acceptance Sampling

Besterfield

gulan antara lain:

1. Lebih murah,

2. Dapat meminimalkan kerusakan dan

perpindahan tangan,

3. Mengurangi kesalahan dalam inspeksi,

dan

4. Dapat memotivasi pemasok bila ada

penolakan bahan baku.

Sementara kelemahannya antara

lain:

1. Adanya resiko penerimaan produk ca-

cat atau penolakan produk baik,

Julian Robecca