< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12Page 13Page 14

Page 3 of 14
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.8, No. 1

27

H a l a m a n

dasan yang menerima beban terpusat inte-

rior. Selain itu akan dipelajari pula bagai-

mana pengaruh pelat landasan terhadap

pengurangan lendutan yang terjadi di ten-

gah bentang. Pada akhirnya akan dipelajari

bagaimana distribusi tegangan efektif yang

web yielding

balok tersebut, sehingga dapat diketahui

apakah asumsi kemiringan distribusi beban

sebesar 1:2.5 tersebut dapat lebih diperbe-

sar lagi. Karena dengan asumsi kemiringan

distribusi beban yang sebesar-besarnya

kekuatan

web yielding

WEB

YIELDING

SoftwareFinite Element Analysis

web yielding

adalah ADINA versi 8.3.1. FEA dilakukan

dengan menggunakan jenis elemen solid

meshing

hedron 10 titik nodal. Derajat kebebasan

untuk kasus elemen solid 3D digunakan

sebanyak 3 buah, yaitu translasi arah x, y,

dan z.

Kepadatan jaring (mesh density) dalam

use length

dengan ukuran panjang tepi tiap elemen di

body

toe of fillet

sudut flens-badan) ukuran jaring diperhalus

hingga 8 mm. Sehingga total jumlah elemen

solid 3D untuk setiap model FEA berkisar

33000 hingga 38000 buah.

Material dimodelkan memiliki hubungan

tegangan regangan sebagai kurva bilinier

seperti Gambar 3. Modulus elastistisitas

diasumsikan sebesar E = 200000 MPa den-

gan rasio Poisson sebesar 0.3. Demikian

pula tegangan leleh uniaksial tarik diasumsi-

kan sebesar 240 MPa, dan pembatasan

regangan plastik efektif diberikan sebesar

22%. Pembatasan tersebut merupakan ber-

dasarkan asumsi regangan putus baja sebe-

sar 185 ε

y

(Englekirk 1994). Dalam studi ini

strain hardening

Model geometri yang diuji dengan FEA

adalah seperti Gambar 4. Model tersebut

menggunakan balok baja profil WF

400x200x8x13 sepanjang 2000 mm, den-

gan kedua ujung yang bertumpu pada pelat

baja berdimensi 150 x 200 x 15 mm

3

. Pada

tengah – tengah bentang diaplikasikan be-

pressure

u

,

yang diasumsikan seluruhnya terdistribusi

merata pada pelat berdimensi N x B x 15

mm

3

. Perubahan nilai N dan B tersebut me-

rupakan variasi model dalam analisis ele-

men hingga yang akan dipelajari penga-

Y. Djoko Setyarto

Gambar2.

Elemen Tetrahedron dengan node 10 titik

s(MPa)

e

B

A

240

E = 200000 MPa

0.0012

0.22

Gambar 3.

Plastic Bilinier

untuk FEA

1000

1000

Pu

150

WF 400X200X8X13

150

Tampak Samping

N

Tampak Atas

B

4

2

Dimensi Pelat

Yang Divariasi

Gambar 4.

Model Geometri untuk FEA