< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12Page 13Page 14

Page 2 of 14
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.8, No. 1

78

H a l a m a n

ritma RSA. Tujuan-tujuan dari penggunaan

algoritma kriptografi antara lain adalah se-

bagai berikut.

Confidentiality

siaan pesan dan menyimpan data den-

gan menyandikan informasi mengguna-

kan teknik-teknik enkripsi

Message Integrity

jaminan bahwa untuk tiap bagian pesan

tidak akan mengalami perubahan dari

saat data dibuat/dikirim oleh pengirim

sampai dengan saat data tersebut

dibuka oleh penerima data

Non-repudiation

untuk membuktikan bahwa suatu do-

kumen datang dari seseorang tertentu

sehingga apabila ada seseorang yang

mencoba mengakui memiliki dokumen

tersebut, dapat dibuktikan kebena-

rannya dari pengakuan orang tersebut

Authentication

layanan. Pertama mengidentifikasikan

keaslian suatu pesan dan memberikan

jaminan keotentikannya. Kedua untuk

menguji identitas seseorang apabila ia

akan memasuki sebuah sistem.

Susunan makalah ini yaitu pada bagian 2,

dijelaskan mengenai teori dasar algoritma

kriptografi RSA, teori matematika yang men-

dukung beserta mode operasi CBC. Pada

bagian 3, dibahas arsitektur RSA yang diran-

cang agar dapat diaplikasikan untuk men-

genkripsi data transkrip akademik maha-

siswa. Bagian 4 menyajikan hasil implemen-

tasi dan pengujian data, dan bagian 5

adalah kesimpulan

TEORI DASAR

Algoritma RSA

Kriptografi bertujuan menjaga keraha-

siaan informasi yang terkandung dalam

data sehingga informasi tersebut tidak da-

pat diketahui oleh pihak yang tidak sah.

Dalam menjaga kerahasiaan data, kripto-

grafi

mentransformasikan

data

jelas

plaintext

ciphertextCi-

phertext

sender

receiverci-

phertext

tersebut

ditransformasikan

plaintext

dapat dikenali. Proses tranformasi dari

plaintextciphertext

Enciphermentencryption

sedangkan proses mentransformasikan

ciphertextplaintext

decryption

cipher

kunci

key

Cipher

adalah

fungsi

matematika

yang

digunakan

untuk

mengenkripsi dan mendekripsi. Sedangkan

kunci merupakan sederetan bit yang

diperlukan

untuk

mengenkripsi

dan

mendekripsi data. Secara sederhana istilah-

istilah di atas dapat digambarkan sebagai

berikut.

Gambar 1.

Proses Enkripsi/Dekripsi Sederhana

Berdasarkan kunci yang digunakan,

algoritma kriptografi dapat dibedakan atas

dua golongan, yaitu :

a. Symmetric Algorithms

Algoritma kriptografi simetris atau dise-

but juga algoritma kriptografi konven-

sional

adalah

algoritma

yang

menggunakan kunci untuk proses

enkripsi sama dengan kunci untuk

proses dekripsi.

b. Asymmetric Algorithms

Algoritma kriptografi nirsimetris adalah

algoritma yang menggunakan kunci yang

berbeda untuk proses enkripsi dan dek-

ripsinya. Algoritma ini disebut juga algo-

public key algorithm

karena kunci untuk enkripsi dibuat

public key

oleh setiap orang, tapi kunci untuk dek-

ripsi hanya diketahui oleh orang yang

berwenang mengetahui data yang

disandikan atau sering disebut kunci

private key

terkenal yang menggunakan kunci

Tri Rahajoeningroem & Muhammad Aria