< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10

Page 5 of 10
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.8, No. 2

137

H a l a m a n

hakikat dari sudut pandang syariah

Islam.

b. Tahap Evaluatif

Metode yang diguanakan pada tahap

evaluatif adalah metode analitik kritis

rasional.

Metode

ini

diterapkan

mengingat pada tahap ini dilakukan

upaya

membandingkan

konsep

akuntansi

barat

dengan

konsep

akuntansi syariah. Seperti halnya

dalam

upaya

mengkaji

atau

membangun teori social, termasuk

teori akuntansi, maka proses berfikir

analisis, kritis dan rasional sangat

dituntut. Dalam penelitian akuntansi,

pendekatn kritis merupakan salah satu

pendekatan yang disarankan untuk

diterapkan.

Sehubungan dengan perkembangan

sistem ekonomi baru, yaitu sistem

ekonomi Islam, tentu saja kondisi ini

menuntut relefansi seluruh instrument,

model,

sistem

dan

paradigma

akuntansi. Dengan kata lain, kondisi ini

harus dibarengi dengan munculnya

keterbukaan dan kesadaran para

ilmuwan untuk menemukan dan

mengembangkan ilmu baru yang

sesuai dengan disiplin yang ada.

Melalui pendekatan teori kritis kita

akan melihat suatu teori itu bukan saja

terletak pada upaya menempatkan

ideologi sebagai bentuk pemikiran

akan tetapi juga akan mencoba

mengkaji tentang bagaimana kondisi

sosial, seperti sistem akuntansi yang

dikembangkan oleh kaum kapitalis,

terpenuhinya kepuasan kebutuhan

hidup, dan kebebasan diri dari kondisi

sosial masyarakat yang rentan.

Berdasarkan uraian diatas, maka

melalui pendekatan teori kritis ini akan

mampu menemukan kerangka rasional

hakikat dan penerapan teori akuntansi

yang lebih sesuai dengan budaya lokal

Islam yang sarat dengan nilai.

A. Pembangunan

Ekonomi

Dalam

Perspektif Islam

Islam

adalah

agama

yang

mengajarkan kepada umatnya untuk

selalu bekerja, optimis, kreatif, dinamis

dan inovatif. Ajaran ini dimaksudkan agar

umat Islam selalu dapat menyesuaikan

diri dengan percepatan perkembangan

yang tejdi dalam masyarakat. Dengan

ajaran tersebut, Islam telah menjadi suatu

agama yang memiliki kekuatan dinamis

dalam dunia modern ini.

Berkaitan dengan pembangunan

ekonomi Islam, persoalan fundamental

yang muncul adalah keterkaitan dengan

langkah kedepan pembangunan ekonomi

Islam. Hasil dari pembangunan ekonomi

biasanya diwujudkan dalam bentuk

produk yang seharusnya dimiliki oleh

warga Negara dan terdistribusikan secara

adil. Sehingga ada dua konsep utama

dalam kerangka sistem ekonomi Islam,

yaitu kerangka kepemilikan dan keadilan.

Kepemilikan dan keadilan pembangunan

ekonomi dapat benar-benar terwujud

apabila tidak terjadi akumulasi modal dan

sentralisasi kekuasaan. Hal ini juga akan

mengantarkan kepada konsep etika

ekonomi Islam. Proses pembangunan

sebuah sistem baru yang berlandaskan

pada etika ekonomi Islam, harus

dilakukan sesuai dengan kaidah Islam.

Usaha pembangunan selama ini

masih lepas dari nafas Islam. Meskipun

nafas Islam ditampilkan, paling-paling

yang tergambar adalah salah satu dari

kedua bentuk berikut :

a. Sebagian mempedulikannya sekedar

untuk

mencari

pengabsahan

(legitimation)

sudah diambil.

b. Sebagian lagi menjadikannya sebagai

(point of reference)

mengkritik

kebijakan

dan

pembangunan.

Demikianlah gambaran dinamika

masyarakat muslim dalam menjalankan

pembangunan

masyarakat

pada

Sri Dewi Anggadini