< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12Page 13Page 14Page 15

Page 11 of 15
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.9, No. 1

117

H a l a m a n

beban tarik pada pelat dilakukan. Hasil

tersebut memperlihatkan bahwa besar

gaya kontak relatif konstan selama gaya

eksternal tarik yang besarnya bervariasi

diaplikasikan.

Perubahan gaya kontak dan daerah

kontak yang terjadi pada bidang kontak

antara pelat atas dan pelat bawah saat

proof load

pada Gambar 13. Gambar tersebut meru-

pakan hasil analisis kontak dari model uji

5, dan perilaku yang mirip terjadi juga

pada model uji 6.

Setiap kenaikan nilai gaya tarik baut,

maka akan terlihat perubahan daerah

kontak yang terjadi pada permukaan pelat

atas tersebut, disertai pula dengan pen-

ingkatan gaya kontak.

Perubahan daerah kontak yang dimak-

sud yaitu terjadinya kemunculan titik-titik

node baru yang saling kontak ketika nilai

gaya tarik baut ditingkatkan. Dalam FEA,

kemunculan titik-titik node baru yang

saling kontak tersebut ditandai dengan

consistent contact force

titik node yang bersangkutan. Namun,

peningkatan jumlah titik-titik node baru

yang saling kontak tersebut tidaklah signi-

fikan bila dibandingkan dengan peningka-

tan gaya kontak yang terjadi.

Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh

proof load

kan gaya kontak (kekuatan jepit) antara

kedua pelat yang tersambung, terutama

pada bagian tepi lubang pelat. Penamba-

han luas bidang yang mengalami kontak

proof load

proof load yang dapat diberikan adalah

tidak signifikan.

5.2 DEFORMASI PELAT

Deformasi searah sumbu longitudinal baut

(peralihan dalam arah y) dari hasil FEA

untuk model uji 5 dan 6 dapat dilihat pada

Gambar 14 dan 15. Nilai deformasi dari

baut tersebut diambil berdasarkan titik

node

bawah baut (bukan kepala baut). Sedang-

kan deformasi arah y pada pelat diambil

berdasarkan titik node yang berlokasi di

tepi lubang pelat bagian atas yang men-

galami kontak dengan pelat bagaian

bawah. Deformasi yang terjadi pada pelat

bagian bawah terutama yang mengalami

kontak dengan pelat bagian atas memiliki

nilai yang sama, sehingga dalam hal ini

akan ditinjau deformasi pelat bagian atas

saja.

Y. Djoko Setiyarto

Model

Uji

d

baut

Proof Load

Diameter

Kepala Baut

(mm)

Diameter

Kontak

(mm)

Perluasan

Kontak

(%)

Gaya

Kontak

(kN)

Beda

(%)

(mm)

(MPa)

(kN)

1

12.7

418.6

53.0

22.2

31

39.48

53.02

-0.05

3

15.9

429.7

85.0

27.0

37.5

38.95

85.24

-0.28

Tabel 5 Hasil Gaya Kontak dan Luas Daerah Kontak

Time

1.0

2.0

3.0

4.5

5.0

Model Uji

Beban Tarik Pelat (MPa)

14.0

28.0

42.0

63.0

70.0

2

Beban Tarik Pelat (kN)

3.50

7.00

10.50

15.75

17.50

Gaya Kontak (kN)

53.02

53.02

53.02

53.02

53.02

Beban Tarik Pelat (MPa)

16.0

32.0

48.0

72.0

80.0

4

Beban Tarik Pelat (kN)

6.40

12.80

19.20

28.80

32.00

Gaya Kontak (kN)

85.25

85.25

85.25

85.25

85.25

Tabel 6 Hubungan Gaya Kontak dan Beban Tarik Pelat Model Uji 2 dan 4