< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10

Page 5 of 10
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.10 No. 1

111

H a l a m a n

Pitri Haryanti, S.Pd,M.Pd

Yang sangat menonjol dari karakter

Hachi adalah setia kepada majikannnya

sehingga meskipun majikannya sudah

meninggal dunia pun dia masih tetap setia

menunggu majikannya pulang. Hampir

setiap hari dia pergi ke stasiun Shibuya

untuk menjemput majikannya pulang

sampai akhirnya dia mati di depan stasiun

tempat dia biasa menunggu majikannya.

き ょ う は 、 雪 だ 。 そ れ で も 、 ハ チ は 来

た。じっと、足をそろえて待つ。

“Hari ini salju turun. Tetapi Hachi tetap

datang. Dia menunggu dengan meletakkan

kakinya sambil diam tidak bergerak.”

(Hachiko Monogatari, 1991; 139)

翌日の朝刊に

“いとしや老犬物語。今は世

になき主人の帰りを待ちわびること三年

”と出た。

“Di edisi pagi hari keesokan harinya, muncul

artikel yang berjudul, “Kisah kerinduan

Seekor Anjing Tua. Selama Tiga Tahun

Menunggu Kepulangan Majikannya yang

sudah Meninggal Dunia.”

(Hachiko Monogatari, 1991; 143)

ハチは、じっと改札口を見つめていた。

改札口を出てくる人びとは、急がし足に

雪 の な か へ 出 て い っ て 、 ハ チ の 存 在 な

ど、気にかけるものもいなかった。ハチ

はまぼろしを見た。先生が改札口から出

てきた。ハチは尾をふって走り寄った。

先生が、ハチの頭をなでた。ハチは、先

生のまわりをかけめぐった。ハチは、ぐ

らっと前にのめった。そのまま、くずれ

た。

“Hachi terus memandangi tempat

pembelian tiket. Orang-orang yang keluar

dari pintu keluar stasiun melangkah keluar

di tengah-tengah salju dengan langkah kaki

yang tergesa-gesa sehingga mereka tidak

menghiraukan keberadaan Hachi.

Kemudian Hachi melihat sesosok bayangan

dan ternyata majikannya yang keluar dari

pintu stasiun. Hachi berlari menghampirinya

sambil mengibaskan ekornya. Majikannya

mengelus-elus kepala Hachi. Hachi berputar

-putar mengelilingi majikannya. Dan Hachi

pun roboh tersungkur dan kemudian jatuh.”

(Hachiko Monogatari, 1991; 163)

b. Ueno Shujiro

Seorang profesor yang mengajar di

fakultas pertanian Universitas Tokyo Tei

yang sekarang bernama Universitas Tokyo.

Dia mempunyai seorang istri yang bernama

Shizuko dan seorang anak perempuan yang

bernama Chizuko. Dia sangat suka sekali

anjing.

Setelah anaknya menikah dan tinggal

dengan suaminya, Hachi menjadi anjing

peliharaannya. Bahkan bagi Ueno Hachi

bukan hanya anjing peliharaannya saja tapi

lebih dari itu dia seperti pengganti anaknya.

「 ハ チ 、 ど う す る 。 奥 さ ん は 、 あ あ 、

お っ し ゃ っ て る け ど 、 う ち の 子 に な る

か。」

ワン、ワン。

「よし、よし。うちの子になりたいんだ

な。よし、わかった。もう、どこにもや

らないよ。うちの子になるんだ。」

“Hachi, gimana? Seperti yang dikatakan Si

ibu, mau jadi anak kami?”

Gog, gog.

“Baik, baik. Kamu ingin jadi anak kami,

khan. Oke saya mengerti. Saya tidak akan

memberikan kamu ke siapa pun karena

kamu akan menjadi anak kami.”

(Hachiko Monogatari, 1991; 61)

Ueno sangat perhatian sekali sama

Hachi, sampai-sampai hampir setiap hari

Ueno membersihkan Hachi sambil mandi di

Ofuro

turun pun Ueno sangat khawatir kalau Hachi

kehujanan sehingga datang menghampiri

Hachi di kandangnya dan membawanya ke

dalam rumah kemudian menidurkannya

sambil mendekapnya.

森山さんの目は張りさけるように見開か

れた。湯ぶねには、先生とハチが首まで

つかっているではないか。

“Mata Moriyama terbelak seperti pecah.

Bukankah itu Hachi dan mertuanya yang