< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12Page 13Page 14Page 15Page 16Page 17

Page 2 of 17
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.11 No. 1

148

H a l a m a n

terhadap

sistem

komputerisasi

yang

digunakan oleh klien, maka bisa jadi KAP

sudah tertinggal jauh oleh peranan dari

audit sistem informasi itu sendiri. Sudah

saatnya

Kantor

Akuntan

Publik

menambahkan daftar jasa penawarannya

berupa jasa audit sistem informasi sehingga

KAP memiliki tingkat professional dan

kompetensi tinggi dalam bidangnya.

KAP yang berdomisili di Bandung,

bergerak dalam bidang jasa audit terhadap

laporan keuangan klien tanpa mengaudit

sistem komputerisasi yang digunakan oleh

kliennya. Proses audit ini biasanya

dilakukan setiap satu tahun sekali untuk

kondisi

perusahaan-perusahaan

besar,

biasanya berbentuk PT X, Tbk., sedangkan

untuk perusahaan kecil biasanya dilakukan

disetiap bulannya.

Fenomena yang terjadi di Bandung

tidak sedikit KAP di Bandung yang masih

menggunakan Kertas Kerja Pemeriksaan

(KKP) yang dibuat dengan menggunakan

software

cash opname

stock opname

persediaan dan kertas kerja untuk setiap

akun-akun yang ada di perusahaan (klien).

Berdasarkan hasil wawancara dengan staff

auditor, bahwa auditor pada KAP AF

Rachman & Soetjipto WS hanya melakukan

audit terhadap data-data yang telah

disajikan oleh klien tanpa menganalisis

lebih detail dari mana bukti-bukti untuk

setiap transaksi didapatkan.

Berdasarkan permasalahan di atas,

dibutuhkan suatu sistem informasi yang

database

diandalkan dalam mengaudit suatu sistem

informasi perusahaan/organisasi. Untuk

merancang kebutuhan sistem informasi

software

Microsoft Visual Basic 6.0 yang dianggap

handal dalam pembuatan aplikasi audit

sistem informasi. Penulis tertarik untuk

mengambil

judul:”Perancangan

Model

Aplikasi Sistem Informasi Pemeriksaan

Akuntansi (Studi Kasus Pada Kantor

Akuntan Publik DI Bandung)”.

Identifikasi Masalah

Ada beberapa identifikasi masalah

yang berkaitan dengan topik di atas, yaitu:

1. Bagaimanakah mekanisme sistem

informasi pemeriksaan akuntansi yang

berjalan di Kantor Akuntan Publik di

Bandung.

2. Seperti apakah model perancangan

yang diusulkan untuk sistem informasi

pemeriksaan akuntansi pada Kantor

Akuntan Publik di Bandung.

Batasan Masalah

1. Mengingat bahasan mengenai audit

cukup banyak, maka penulis membatasi

pokok permasalahan yaitu mulai dari

pembuatan proposal jasa audit sampai

dengan pembuatan laporan auditor

secara terkomputerisasi.

2. Pembahasan mengenai perancangan

model

aplikasi

sistem

informasi

pemeriksaan akuntansi untuk laporan

software

database

client server

membatasi mulai dari proses pembuatan

proposal, kertas kerja pemeriksaan,

management letter

laporan auditor untuk pihak klien KAP.

Maksud dan Tujuan Penelitian

Maksud Penelitian

Maksud dari penelitian yang dilakukan

oleh penulis adalah untuk memperoleh data

-data mengenai proses pemeriksaan yang

dilakukan oleh auditor mulai dari pembua-

tan kertas kerja pemeriksaan sampai

kepada pembuatan laporan auditor untuk

klien.

Tujuan Penelitian

Ada beberapa identifikasi masalah yang

berkaitan dengan topik di atas, yaitu:

1. Untuk mengetahui mekanisme sistem

Supriyati, Hery Dwi Yulianto dan Lefriyadi Syah.