< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8

Page 5 of 8
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.11 No. 1

107

H a l a m a n

Tine Agustin Wulandari, S.I.Kom

Pada tahap ini, hanya sebagian kecil dari

diri kita yang terungkap kepada orang

lain. Ucapan atau komentar yang

disampaikan orang biasanya bersifat

basa-basi yang hanya menunjukkan

informasi permukaan atau apa saja yang

tampak secara kasat mata pada diri

individu. Pada tahap ini juga, orang

biasanya bertindak menurut cara-cara

yang diterima secara soaial dan bersikap

hati-hati

agar

tidak

mengganggu

harapan masyarakat. Singkatnya, orang

berusaha

untuk

tersenyum

dan

bertingkah laku sopan.

Menurut Taylor dan Altman (1987)

dalam Morissan (2010 : 191), orang

memiliki kecenderungan untuk enggan

memberikan evaluasi atau memberikan

kritik selama tahap orientasi karena

akan dinilai sebagai tidak pantas dan

akan mengganggu hubungan di masa

depan. Kalaupun ada evaluasi atau kritik

maka hal itu akan dilakukan dengan

cara halus. Kedua belah pihak secara

aktif berusaha menghindarkan diri untuk

tidak terlibat dalam konflik sehingga

mereka mendapat peluang untuk saling

menjajagi pada waktu yang akan datang.

Jika pada tahap ini mereka yang terlibat

merasa cukup mendapatkan imbalan

dari interaksi awal mereka akan

melanjutkan ke tahap berikutnya.

2. Tahap Pertukaran Penjajakan Afektif

Exploratory Affective Exchange Stage

Munculnya Diri

Tahap pertukaran penjajakan afektif

(exploratory affective exchange stage)

merupakan perluasan area publik dari

diri dan terjadi ketika aspek-aspek dari

kepribadian seseorang individu mulai

muncul. Apa yang tadinya pribadi mulai

menjadi publik. Jika pada tahap

orientasi, orang bersikap hati-hati dalam

menyampaikan informasi mengenai diri

mereka maka pada tahap ini orang

melakukan ekspansi atau perluasan

terhadap wilayah publik diri mereka.

Tahap ini terjadi ketika orang mulai

memunculkan

kepribadian

mereka

kepada orang lain. Apa yang sebelumnya

merupakan wilayah pribadi, sekarang

menjadi wilayah publik. Orang mulai

menggunakan pilihan kata-kata atau

ungkapan yang bersifat lebih personal.

Komunikasi juga berlangsung sedikit

lebih spontan karena individu merasa

lebih santai dengan lawan bicaranya,

mereka juga tidak terlalu berhati-hati

dalam mengungkapkan sesuatu yang

akan mereka sesali kemudian. Perilaku

berupa sentuhan dan ekspresi emosi

(misalnya perubahan raut wajah) juga

meningkat pada tahap ini. Tahap ini

merupakan tahap yang menentukan

apakah suatu hubungan akan berlanjut

ataukah tidak.

Dalam hal ini, Taylor & Altman (dalam

Morissan, 2010 : 192) mengatakan

bahwa banyak hubungan yang tidak

berlanjut setelah tahapan ini.

Exploratory Exchange

Stage

(affective

exchange stage)

lebih “tanpa beban dan santai” di mana

komunikasi sering kali berjalan spontan

dan individu membuat keputusan yang

cepat, sering kali dengan sedikit

memberikan perhatian untuk hubungan

secara keseluruhan.

Tahap ini ditandai munculnya hubungan

persahabatan

yang

dekat

atau

hubungan antara individu yang lebih

intim. Pada tahap ini juga muncul

perasaan kritis dan evaluatif pada level

yang lebih dalam. Tahap ketiga ini tidak

akan dimasuki, kecuali para pihak pada

tahap sebelumnya telah menerima

imbalan

yang

cukup

berarti

dibandingkan

dengan

biaya

yang

dikeluarkan. Sehingga komitmen yang

lebih besar dan perasaan yang lebih

nyaman terhadap pihak lainnya juga

menjadi ciri tahap ini. Selain itu, pesan