Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12Page 13Page 14Page 15Page 16Page 17Page 18

Page 1 of 18
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.12 No. 2

233

H a l a m a n

CYBERSQUATING

E-COMMERCE

HETTY HASSANAH

Fakultas Hukum

Universitas Komputer Indonesia

Pemanfaatan internet dalam aktivitas manusia menyebabkan keadaan dunia

yang tanpa batas (borderless). Banyak kegunaan internet yang dapat dinikmati

manusia dalam kehidupannya sehari-hari, namun adanya internet pun tidak

luput dari berbagai masalah yang ditimbulkannya. Berbicara internet tidak

terlepas dari pembahasan mengenai nama domain, karena nama domain ini

menunjukan alamat seseorang atau pihak dalam dunian maya tersebut,

seperti .com, .net, .org, .id, .sg dan sebagainya. Pada perkembangannya

terdapat penyalahgunaan nama domain yang disebut cybersquatting. Salah

satu perbuatan yang dimaksud adalah penyalahgunaan nama domain menjadi

suatu hal yang dapat merugikan banyak pihak terutama para pengguna

internet, yang dikenal dengan istilah Cybersquatting yaitu tindakan yang

dilakukan dengan mendaftarkan nama domain seseorang atau perusahaan

orang lain dan kemudian berusaha menjualnya kepada orang atau perusahaan

tersebut dengan harga yang lebih mahal. Ada beberapa masalah yang muncul

antara lain : perlindungan hukum terhadap nama domain dan pembuktian

cybersquatting sebagai suatu tindak pidana dalam transaksi secara elektronik

(E-Commerce).

E-Commerce, Cybersquatting

PENDAHULUAN

Kemajuan

teknologi

informasi

dan

komunikasi telah melahirkan berbagai

dampak, baik dampak positif maupun

dampak negatif, karena di satu sisi

memberikan kontribusi bagi peningkatan

kesejahteraan, kemajuan dan peradaban

manusia, namun di sisi lain menjadi sarana

efektif perbuatan melanggar hukum.

Teknologi informasi dan komunikasi juga

telah mengubah perilaku dan pola hidup

masyarakat

secara

global,

dan

menyebabkan dunia menjadi tanpa batas

borderless)

di berbagai bidang kehidupan.

Bangsa Indonesia yang sedang tumbuh dan

berkembang menuju masyarakat industri

yang berbasis teknologi informasi, dalam

beberapa hal masih tertinggal. Kondisi ini

disebabkan karena masih relatif rendahnya

sumber daya manusia di Indonesia dalam

mengikuti

perkembangan

teknologi

informasi dan komunikasi ini, termasuk

kemampuan dalam menghadapi masalah

hukum yang timbul. Salah satu dampak

negatif yang timbul adalah tingginya tingkat

kejahatan di berbagai bidang dengan

beragam modus operandinya.

Pada mulanya semua kejahatan yang

terjadi harus dapat diakomodasi dengan

bidang

HUMANIORA