Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10

Page 1 of 10
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.14 No. 2

155

H a l a m a n

SHORT SEA SHIPPING DAN INTERMODA UNTUK ANGKUTAN BARANG

DONIE AULIA

,

PRADONO

Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer

Universitas Komputer Indonesia

Short Sea Shipping telah banyak digunakan di negara Asia, Eropa dan Amerika.

SSS sebagai moda transportasi laut alternatif karena dapat mengurangi ke-

macetan dan keterlambatan pada sistem transportasi jalan, mempunyai biaya

yang kompetitif daripada moda lain seperti kereta api dan jalan raya, waktu

tempuh lebih singkat dengan melintasi selat atau teluk, dan rendahnya pence-

maran udara yang ditimbulkannya. Transportasi intermoda adalah pergerakan

barang dalam satu dan unit pengangkutan yang sama atau kendaraan yang

berturut-turut menggunakan dua atau lebih moda transportasi tanpa

penanganan barang itu sendiri dalam mengubah moda. Untuk mengembangan

SSS perlu

integrasi penuh dalam rantai pasok antar moda sehingga SSS layak

dari segi biaya dan waktu dibandingkan dengan moda darat/truk

.

Keywordsshort ses shipping

PENDAHULUAN

Sejarah definisi Short Sea Shipping (SSS)

dimulai pada tahun 1982 yang dicetus oleh

Balduini yang mengatakan bahwa SSS ada-

lah transportasi maritim antar pelabuhan

suatu bangsa juga antara pelabuhan suatu

negara dan pelabuhan suatu negara ber-

batasan. Pada tahun 1993, Criley dan

Dean, mendefinisikan SSS berdasarkan

ukuran maksimal kapal sampai 5000 to-

nase berat kotor. Hal yang sama dinyatakan

oleh Bagchus dan Kuipers (1993) yang

mendefinisikan SSS berdasarkan ukuran

kapal. Bjornland (1993), menyatakan bah-

wa SSS adalah transportasi barang yang

diangkut melalui laut tanpa melintasi sam-

udera. Marlow dkk (1997), SSS digam-

barkan berdasarkan kriteria teknis ukuran

dan jenis kapal, muatan yang diangkut

(kargo), pelabuhan, jaringan dan sistem

informasi. Pada tahun yang sama (1997),

Stopford melihat SSS sebagai layanan

pengumpan dalam persaingan dengan

layanan jalan, dan memungkinkan adanya

perpindahan moda dalam angkutan barang.

Menurut Komite Uni Eropa (1999), SSS

dapat didefinisikan sebagai "Sistem Trans-

portasi Jalan Raya Maritim" dan itu terma-

suk kanal, sungai, saluran air pedalaman

lainnya serta sistem pengiriman pesisir.

Transportasi dari, atau, untuk pedalaman di

sungai juga dianggap sebagai Short Sea

Shipping (OECD, 2001).

Cambridge Systematics (2004) juga ber-

pendapat bahwa Short sea shipping (SSS)

adalah penggunaan kapal dengan

berbagai jenis dan ukuran untuk memin-

bidang

TEKNIK