Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8

Page 1 of 8
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.14 No. 2

311

H a l a m a n

PERANCANGAN SISTEM PENGHANCUR SAMPAH

(Studi kasus modifikasi Mesin Cuci Otomatis)

SUTONO

Program Studi Sistem Komputer, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer

Universitas Komputer Indonesia

Dengan kemajuan teknologi sekarang ini tidaklah susah untuk merancang

suatu alat yang dapat berfungsi memudahkan masyarakat yang tinggal

diperkotaan untuk mengatasi limbah sampah. Sistem ini diadopsi dari mesin

cuci dengan menggunakan sensor ultrasonik dan pemanas dengan temperatur

yang sangat tinggi. Sensor ultrasonik berfungs mendeteksi gundukan sampah,

jika volume sampah yang terdapat di dalam wadah penampungan sudah

mencapai ambang batas yang telah ditentukan maka mikrokontroler akan

melakukan penghancuran sampah secara otomatis. Konsep kerja alat ini

diadopsi dari mesin cuci bedanya motor yang digunakan menggunakan pisau

penghancur seperti blender yang akan menghancurkan sampah-sampah yang

telah dimasukkan ke dalam tabung penampungan sampah dengan ketinggian

sekitar 50 cm yang terbuat dari bahan fiber. Digunakan bahan ini agar dengan

mudah dapat dibersihkan serta anti karat selain itu bahan ini mudah didapat.

Alat ini juga dilengkapi dengan sensor ultrasonik untuk mengatur buka/tutup

dari penutup sampah tersebut dan juga akan melakukan proses penghancuran

sampah secara otomatis layaknya mesin cuci, yang tersisa (yang dihasilkan)

berupa butiran-butiran sampah seperti pasir.

Keywordssampah organik, non-organik, daur ulang, arduino, ultrasonik, mesin

cuci

PENDAHULUAN

Seiring dengan perkembangan zaman,

masalah

yang

ditimbulkan

semakin

beragam. Salah satunya adalah masalah

sampah

yang

sulit

sekali

penanggulangannya baik itu sampah

organik maupun non-organik. Sampai saat

ini masalah tersebut belum dapat ditangani

secara optimal dan profesional.

Disadari atau tidak, kini sampah sudah

menjadi salah satu bagian penting, bahkan

esensial dalam kehidupan manusia, karena

sampah sebagai bahan organik dan non-

organik yang terbentuk dari sisa-sisa

penggunaan bahan tersebut makin banyak

membutuhkan ruang dan tempat untuk

pembuangnya yang makin mempersempit

ruang gerak yang dibutuhkan manusia

dalam melakukan kegiatan kesehariannya.

Supaya keseimbangan alami yang higienis

dapat dipertahankan, persaingan ruang dan

tempat antara manusia dan sampah harus

dikelola dengan sebaik-baiknya.

Dalam kegiatan kehidupan sehari-hari,

setiap manusia memproduksi sejumlah

sampah dalam bentuk padatan dengan

volume ruang antara 3-5 liter atau sekitar 1

bidang

TEKNIK