Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12Page 13Page 14Page 15Page 16

Page 1 of 16
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.14 No. 2

213

H a l a m a n

HUBUNGAN ANTARA DINAMIKA KELOMPOK

DENGAN KEBERHASILAN BETERNAK DOMBA

(

Kasus pada Program Gerakan Rehabilitasi Lahan Kritis pada

Kelompok Peternak Domba Sumber Hurip di Desa Jatiroke,

Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang)

TAMI RAHMA LESTARI

International Women University

Penelitian mengenai hubungan antara dinamika kelompok dengan keberhasi-

lan beternak domba suatu kasus pada program Gerakan Rehabilitasi Lahan

Kritis (GRLK) telah dilaksanakan di desa Jatiroke kecamatan Jatinangor, kabu-

paten Sumedang. Penelitian ini dilakukan 23 April sampai dengan 23 Mei

2013. Penelitian ini bertujuan untuk: (a) mengetahui dinamika kelompok Sum-

ber Hurip yang telah dicapai di desa Jatiroke, (b) mengetahui keberhasilan be-

ternak domba bantuan yang telah dicapai oleh kelompok peternak di desa Jati-

roke, (c) mengetahui hubungan antara dinamika kelompok dengan keberhasi-

lan beternak domba bantuan pada program Gerakan Rehabilitasi Lahan Kritis

di Desa. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode sensus kepada

41 orang peternak di desa Jatiroke. Hasil penelitian menunjukkan bahwa :(1)

Dinamika kelompok peternak kelompok Sumber Hurip desa Jatiroke kelas kate-

gori tinggi sebanyak 2,4 % responden, kelas kategori sedang sebanyak 97,6 %

responden. (2) Tingkat keberhasilan beternak domba tergolong sedang

sebanyak 75,6 % responden, dan 24,4 % tergolong rendah. (3) Hubungan anta-

ra dinamika kelompok dengan keberhasilan beternak domba yang diperoleh

dengan menggunakan perhitungan korelasi Rank Spearman sebesar 0,578. Hal

tersebut berarti terdapat hubungan yang cukup berarti (significant) Berarti ke-

dinamisan kelompok petemak dalam menjalankan usaha beternak domba men-

dorong usaha tersebut mencapai keberhasilan beternak domba yang dijalankan

oleh peternak kelompok Sumber Hurip.

Keywords : dinamika kelompok, peternak domba

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Salah satu kebijakan pemerintah dalam

mempercepat proses pembangunan adalah

dengan menumbuhkembangkan kelompok-

kelompok tani ternak di wilayah pedesaan.

Adanya kebijakan ini cukup beralasan

mengingat penduduk di Indonesia sebagian

besar tinggal di pedesaan. Terbentuknya

kelompok-kelompok tani, akan mempermu-

dah terjadinya proses penerapan informasi

mengenai inovasi di bidang pertanian untuk

peningkatan sumber daya manusia di

pedesaan.

Kelompok petemak Sumber Hurip, desa

Jatiroke, kabupaten Sumedang merupakan

salah satu kelompok yang menerima bantu-

an domba pada program Gerakan Rehabili-

bidang

SOSIAL