Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12Page 13Page 14Page 15Page 16Page 17Page 18

Page 1 of 18
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.14 No. 2

265

H a l a m a n

PENGARUH IMPLEMENTASI KEBIJAKAN TATA RUANG KOTA TERHADAP

EFEKTIVITAS PEMANFAATAN RUANG DI KOTA BANDUNG

DARTO

Program Administrasi Negara,

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik

Universitas Padjajaran

Penelitian ini menganalisis pengaruh implementasi kebijakan tata ruang kota

terhadap efektivitas pemanfaatan ruang di Kota Bandung. Permasalahannya

adalah pemanfaatan ruang di Kota Bandung belum efektif seiring dengan

pertumbuhan jumlah penduduk yang pesat dengan keterbatasan ruang kota.

Berdasarkan latar belakang penelitian, penulis melakukan penelitian dengan

hipotesis bahwa terdapat pengaruh dari implementasi kebijakan tata ruang kota

terhadap efektivitas pemanfaatan ruang di Kota Bandung.

Metode penelitian yang digunakan oleh penulis adalah bersifat deskriptif

verifikatif. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik sensus. Prosedur

pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka, observasi, penyebaran

kuesioner, dan wawancara. Kuesioner diberikan kepada pegawai di Dinas Tata

Ruang dan Cipta Karya Kota Bandung. Metode analisis data yang digunakan

adalah analisis jalur (Path Analysis).

Hasil pengujian statistik menunjukkan bahwa dimensi variabel implementasi

kebijakan tata ruang kota berpengaruh positif dan signifikan terhadap

efektivitas pemanfaatan ruang di Kota Bandung. Dinas Tata Ruang dan Cipta

Karya Kota Bandung telah berusaha konsisten dalam memberikan pemaknaan

terhadap implementasi kebijakan tata ruang kota, tetapi dalam rangka untuk

meningkatkan efektivitas pemanfaatan ruang maka perlu untuk melakukan

penyempurnaan terhadap penerapan kebijakan yang ada. Tujuannya adalah

agar seluruh komponen sumber daya dan masyarakat dapat bersinergi secara

optimal demi tercapainya tujuan kebijakan secara menyeluruh.

KeywordsKebijakan, Tata Ruang, Efektivitas

PENDAHULUAN

Perkembangan jumlah penduduk dan

intensitas kegiatannya yang semakin tinggi

dan kompleks, secara umum memberi

pengaruh bagi berbagai kegiatan usaha,

baik di perkotaan maupun di pedesaan,

seperti

dibangunnya

perumahan,

perdagangan,

jasa

dan

industri.

Perkembangan kegiatan usaha ini pada

satu sisi cenderung akan memberi dampak

pada peningkatan kebutuhan ruang,

prasarana,

dan

sarana

sehingga

dibutuhkan suatu usaha penanganan

penyediaan

ruang

dan

penyediaan

prasarana dalam jumlah yang cukup untuk

memenuhi kebutuhan di masa mendatang.

Hal ini terutama dikaitkan dengan

kemungkinan peningkatan produktivitas.

Di sisi lain, perkembangan kegiatan usaha

bidang

SOSIAL