< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12Page 13Page 14Page 15Page 16Page 17Page 18Page 19Page 20Page 21Page 22

Page 19 of 22
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.15 No. 2

291

H a l a m a n

Selfa Septiani Aulia, Tatang Suheri

serat rami, serat nanas, dan lain-lain dan

mencari wilayah yang cocok untuk me-

nanam kapas sehingga dapat mengu-

rangi bahan baku impor dari luar negeri.

e. Adanya kebijakan pemerintah, baik

Pemerintah Daerah maupun Pusat untuk

mengeluarkan kebijakan yang baik dan

mendukung keberlangsungan industri

TPT ini, seperti dengan mengkaji ulang

outsourcing,

terkait dengan proteksi masuknya ba-

rang-barang impor sejenis dari luar

negeri dan kebijakan dalam menaikkan

Tarif Dasar Listrik. Dan adanya integrasi

antara Peraturan Pemerintah Pusat

dengan Pemerintah Daerah agar adanya

keselarasan peraturan, misal dalam hal

kecepatan dalam pengurusan izin, dan

lain-lain.

f. Terkait dengan faktor SDM, meningkat-

kan kembali kualitas sekolah tekstil se-

hingga lulusan yang dihasilkannya meru-

pakan lulusan yang berkompeten dan

mampu

bersaing

sehingga

dapat

memajukan industri tekstil.

g. Memberlakukan standarisasi produk TPT

agar industri ini dapat meningkatkan

terus kualitas produknya dan mem-

berikan insentif kepada industri TPT yang

bisa meningkatkan kualitasnya tersebut.

h. Memberikan pelatihan dan pengem-

bangan

seperti

pengembangan

kewirausahaan, pelatihan dalam mem-

buat variasi desain hasil produk tekstil,

dan lain-lain kepada industri produk

tekstil skala kecil, seperti konveksi.

KESIMPULAN

Permasalahan industri TPT di kelima lokasi

industri TPT tidak hanya dihadapi oleh in-

dustri besar-menengah tekstil saja (yaitu

industri

hulu-antara,

seperti

industri

pemintalan dan industri pembuatan kain),

akan tetapi industri kecil produk tekstil

(konveksi) juga memiliki permasalahan yang

hampir sama dengan industri besar-

menengah. Dan permasalahan yang sama

pun juga terjadi pada industri produk tekstil

lainnya, seperti industri garmen yang rata-

rata kebanyakan merupakan industri besar-

menengah.

Dari 10 faktor dan 46 sub faktor yang dijab-

arkan ke dalam kuesioner berdasarkan tin-

deep interview

kepada para Responden Ahli mengenai

faktor dan sub faktor apa saja yang

mempengaruhi peningkatan daya saing in-

dustri TPT, tidak semua faktor dan sub

faktor mengalami kesepakatan dalam

penentuan tingkat pengaruhnya terhadap

peningkatan daya saing industri TPT karena

adanya perbedaan pandangan jawaban

mengenai faktor dan sub faktor yang

mempengaruhi peningkatan daya saing in-

dustri TPT menurut masing-masing Re-

sponden Ahli. Akan tetapi, rata-rata faktor

dan sub faktor yang dijabarkan ke dalam

kuesioner cenderung telah mencapai kon-

sensus pada tahap ketiga bahwa faktor ter-

sebut dikelompokkan menjadi dua faktor,

yaitu kelompok faktor pertama, merupakan

kelompok faktor yang dianggap sangat