Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8

Page 1 of 8
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.16 No. 1

3

H a l a m a n

PENGARUH ICT DAN BUDAYA POP TERHADAP PERGESERAN PERILAKU PADA

MAHASISWA PROGRAM STUDI SASTRA INGGRIS ANGKATAN 2016 UNIKOM

NENDEN RIKMA DEWI, ERNA SUSILAWATI

Program Studi Sastra Inggris, Fakultas Sastra

Universitas Komputer Indonesia

Arus informasi yang bergerak begitu cepat melalui berbagai media elektronik khususnya gawai

memungkinkan tiap individu dapat megakses dan bertukar berbagai informasi antar individu

dalam antar daerah bahkan antar negara. Keberadaan internet tentu saja mempunyai andil

yang sangat besar pada perubahan dan perkembangan zaman dalam hal penyampaian infor-

masi dari satu individu ke individu yang lain yang memungkinkan memangkas ruang, jarak dan

waktu. Hal tersebut tentu saja sangat berdampak pula pada perilaku manusia itu sendiri khu-

susnya mahasiswa sebagai generasi yang melek terhadap internet. Hal tersebut tentu saja

memungkinkan adanya cross-culture.

Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode penelitian kuali-

tatif. Sedangkan objek penelitiannya adalah mahasiswa angkatan 2016 pada program Studi

Sastra Inggris, Fakultas Sastra UNIKOM.

Penelitian ini menghasilkan beberapa kesimpulan bahwa media sosial sangat berpengaruh ter-

hadap perubahan perilaku mahasiswa, perpindahan individu ke lingkungan/kota yang baru

memungkinkan individu pendatang tersebut mengalami shock culture. Keberadaan pendatang

di lingkungan yang baru memungkinkan terjadinya cross-culture seiring dengan tuntutan mere-

ka untuk beradaptasi dengan lingkungan yang baru.

Keywords : cross-culture,cultural-shock, perilaku, media sosial

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Saat ini, manusia hidup dalam satu periode yang

dikenal sebagai periode Postmodern (PostMo). Pena-

maan atas periode ini tidak dapat dimaknai dengan

serta merta karena tidak dapat didefinisikan secara

ajeg. Meski demikian, karakteristik yang menjadi

petanda keberadaan PostMo adalah bebasnya aliran

informasi dan kebebasan dalam berekspresi sehing-

ga terjadi ledakan informasi yang tidak lagi dapat

dibendung. Tentunya keragaman informasi ini mem-

iliki dampak positif sehingga para pencari informasi

dapat dengan mudah memeroleh apa yang mereka

inginkan cukup melalui genggaman tangannya.

Jika demikian, teknologi menjadi penyumbang

terbesar atas sebaran informasi di periode ini. Gawai

merupakan satu dari sekian banyak hal yang lalu

disebut sebagai sebuah kubutuhan. Mereka sering-

kali merasa gelisah dan emosional jika gawai

miliknya tidak ada di dekat mereka. Melihat kebu-

tuhan seperti ini, dapat diketahui dengan mudah

bahwasanya para pengguna gawai telah terikat

dengan benda yang seharusnya membantu mereka.

Akantetapi, tentu hal ini bukan sepenuhnya kesala-

han mereka karena pesatnya perkembangan teknolo-

gi dan semakin bersaingnya koneksi jejaring membu-

tuhkan satu wadah yang dapat berjalan beriringan.

Kemunculan gawai berteknologi tinggi akhirnya men-

jadi satu fenomena yang tidak dinafikan.

Sayangnya, keragaman informasi yang didukung oleh

maraknya jejaring-jejaring sosial di masyarakat

berdampak negatif pada perubahan gaya hidup seba-

gian pengguna jejaring sosial tersebut. Perubahan

gaya hidup ini disebabkan oleh kurang atau tidak

adanya filter budaya sehingga mereka cenderung

tidak dapat memahami berbagai budaya bahkan

cultural shock

kali lebih mudah didapati pada para pengguna jejar-

ing sosial dari kalangan remaja dan dewasa muda.

bidang

HUMANIORA