< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8

Page 2 of 8
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.16 No. 1

4

H a l a m a n

Penggunaan jejaring media sosial (medsos) di ka-

langan remaja terutama mahasiswa sudah bukan

merupakan hal asing lagi. Komunikasi lewat medsos

sudah dianggap suatu kebutuhan dan hal tersebut

sudah perlahan mengikis komunikasi langsung di

dunia nyata. Tentu saja hal ini menggeser kebiasaan

orang timur dimana yang biasanya suka berkumpul,

bercengkrama

dan

silaturahmi

mempererat

kekeluargaan dengan bertatap muka langsung beru-

bah menjadi berkumpul lewat obrolan di media so-

cial. Pada dasarnya berinteraksi melalui media so-

cial bukan hal negatif jika masih berdasarkan pada

aspek dasar dari silaturahmi dan kekeluargaan. Na-

mun pada kenyataannya para pengguna medsos

saat ini lebih sering muncul di medsos daripada ber-

bicara dan berinteraksi secara langsung di rumah.

Hal ini tentu saja menimbulkan gap dan kurangnya

komunikasi antar keluarga semakin lebar.

Tanpa adanya filter budaya remaja ini dengan mu-

dah mengikuti trend gaya yang mereka lihat dari

medsos, sehingga seringkali mereka berupaya

meniru gaya idola mereka di media social atau

meniru gaya yang dianggap kekinian. Hal ini

ditemukan dengan mudah pada remaja yang

berpisah dengan keluarganya dengan tujuan

melanjutkan pendidikan. Dengan demikian,

penelitian ini akan lebih memfokuskan pada objek

penelitiannya yaitu mahasiswa Universitas Komput-

er Indonesia sebagai pengguna jejaring media so-

sial.

2. Identifikasi Masalah

Adapun identifikasi masalah yang muncul berdasar-

kan latar belakang diatas adalah sebagai berikut:

a.

Perubahan gaya hidup dan tidak adanya filter

Cultural Shock

b. Terdapatnya perubahan gaya hidup dan peilaku

yang disebabkan oleh media social

3. Rumusan Masalah

Berdasarkan pada latar belakang di atas, rumusan

masalah dari penelitian ini adalah:

a. Apa faktor penyebab terjadinya perubahan bu-

daya dan perilaku mahasiswa angkatan

2016/2017 Program Studi Sastra Inggris,

Fakultas Sastra UNIKOM?

b. Apa pengaruh dari perubahan budaya dan per-

ilaku mahasiswa angkatan 2016/2017 Program

Studi Sastra Inggris, Fakultas Sastra UNIKOM?

4. Batasan Masalah

Adapun batasan masalah dalam penelitian ini ada-

lah sebagai berikut:

a.

Penelitian ini hanya menganalisis apakah ter-

dapat cultural shock pada mahasiswa angkatan

2016/2017 pada Program Studi Sastra Inggris,

Fakultas Sastra?

b.

Penelitian ini hanya menganalisis perubahan

budaya dan perilaku mahasiswa angkatan

2016/2017 pada Program Studi Sastra Inggris,

Fakultas Sastra?

Peelitian ini menganalisis adakah cross culture

yang terjadi pada mahasiswa angkatan 2016/2017

pada Program Studi Sastra Inggris, Fakultas Sastra

yang disebabkan kebiasaaa mereka bermain med-

sos?

TINJAUAN PUSTAKA

1. Teknologi Informasi (Media Sosial) dan budaya

Perkembangan teknologi infomasi yang semakin

maju dimana didukung oleh keberadaan era global-

isasi yang membuat batas antar negara menjadi

samar (borderless) menjadikan arus informasi dan

komunikasi antar individu menjadi lebih mudah dan

lebih cepat terutama dengan bantuan media komu-

nikasi baik itu melalui media cetak, visual ataupun

audiovisual. Semua media tersebut memiliki peran

penting dalam menyampaikan informasi kepada

khalayak ramai. Seperti yang diungkapkan oleh

Castells dalam Geoff Walsham (2001:3) di bawah

ini:

The influential work of Castells

(1996, 1997, 1998) argues that we

are in the ‘information age’ where

information generation, processing

and transformation are fundamen-

tal to organizational and societal

change, and where ICTs enable the

pervasive expansion of networking

throughout the social structure.

Dari kutipan dinatas mengungkapkan bahwa saat

ini adalah era informasi dimana generasi informasi,

proses dan transformasi sangat fundamental bagi

perubahan social dan organisasi, serta dimana ICT

dapat dapat menembus batas perluasan jaringan

melalui struktur social. Dengan kata lain, teknologi

ICT via internet ini dapat menembus ruang waktu

dan batas negara

Di sisi lain, internet juga dimanfaatkan oleh

berbagai negara sebagai alat diplomasi melalui soft

power salah satunya yaitu dengan memanfaatkan

internet sebagai alat untuk memperkenalkan bu-

daya negara mereka ke seluruh dunia. Soft power

Public diplo-

macy and Soft Power

Soft powerthe ability to get what you

want through attraction rather than through coer-

cion or payments

Nenden Rikma Dewi, Erna Susilawati