< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8

Page 7 of 8
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.16 No. 1

9

H a l a m a n

dapat dibentuk dan diujicoba sehingga dianggap

‘tepat’ atau ‘diterima’ oleh masyarakat. Oleh sebab

itu, tanggapan yang diberikan dalam kiriman men-

jadi sangat signifikan terhadap perubahan seorang

individu.

Pada Gambar 2, tanggapan berupa komentar tidak

muncul seperti pada gambar sebelumnya. Akan

tetapi tanggapan berupa “love” muncul dan menun-

jukkan bahwa publik menyukai penampilan baru

dari individu tersebut. Tanggapan ini bersifat positif

sehingga diasumsikan dapat membantunya be-

radaptasi lebih baik.

Hal ini kemudian dapat menumbuhkan rasa percaya

diri dan menambah luas jejaring pertemanan baik di

dunia nyata maupun di media sosial. Perubahan

yang tampak melalui penampilan individu pada

Gambar 1 dan 2 terjadi dalam selang kurang lebih

delapan bulan terhitung sejak individu ini terdaftar

sebagai mahasiswa Prodi Sastra Inggris tahun

2016.

Kecenderungannya untuk mengunggah foto ala ka-

darnya bahkan sesempurna mendorongnya memiliki

kecenderungan kepribadian narsis yang tinggi.

Artinya, dia akan memanfaatkan segala situasi un-

tuk memperlihatkan sisi dirinya. Berkaitan dengan

ini, perilakunya sebagai seorang perantau dari dae-

rah kawasan Timur Indonesia dapat dikatakan men-

jadi satu keuntungan. Keuntungan ini tampak me-

lalui gaya dan penampilannya dalam pemotretan.

Perubahan budaya dan perilaku pada mahasiswa,

khususnya di tahun pertama perkuliahan, bukanlah

satu hal yang dapat dielakkan. Adaptasi dapat men-

jadi hal yang sangat positif dan mendorong kre-

atifitasnya menjadi lebih baik. Perubahan yang di-

alami individu pada Gambar 5.3 ini tidak serta mer-

ta mengubah identitas dan citra dirinya, melainkan

menguatkan citra dirinya dengan melakukan penye-

rapan budaya sekitarnya yang kemudian disebut

sebagai lintas budaya.

Adaptasi lintas budaya pada diri seorang individu

terjadi sebagai reaksi atas sikap keterbukaan

dirinya akan kondisi lingkungan baru di sekitarnya.

Keterbukaan ini mengarahkannya pada sebuah ak-

tifitas yang kemudian semakin menguatkan budaya

yang dimilikinya sebagai sebuah kekhasan.

Kekhasan ini menjadi kualitas yang tidak dapat di-

gantikan atau dibandingkan sehingga apabila

dilekatkan pada suatu hal, dalam ini produk fashion,

akan semakin kuat. Meski demikian, adaptasi ini

memiliki pengaruh yang signifikan terhadap individu

tersebut.

2. Pengaruh Perubahan Budaya dan Perilaku

Pada mulanya menyesuaikan diri dengan ling-

kungan baru menjadi hal yang sangat tidak mungkin

untuk dilakukan terlebih bagi seorang individu yang

tertutup. Adaptasi dianggap hal sulit untuk dilakuka

bahkan memicu kesedihan dan stress dikarenakan

perbedaan yang sangat signifikan dengan kondisi

sebelumnya.

Bagi beberapa individu yang tidak dapat beradap-

cultural shock

atau benturan antar budaya. Hal ini mengarah kepa-

da beberapa perubahan perilaku yang bersifat

negatif misalnya merasa sedih, kesepian, dan mem-

ilih untuk menyendiri. Perubahan perilaku, tekanan

atau depresi dapat terjadi pada individu yang tidak

dapat beradaptasi dengan baik. Akan tetapi, apabila

seseorang dapat beradaptasi dengan baik, dia akan

tetap mengalami perubahan baik pada budaya yang

dibawa dari daerah asalnya dan perilakunya. Selain

budaya dan perilaku yang mengalami perubahan

selama beradaptasi, identitas yang dibawa pun

berubah.

Perubahan selama proses adaptasi ini dapat

mengembangkan stereotype tentang kultur yang

baru, misalnya budaya di kota Bandung tempat ma-

hasiswa Prodi Sastra Inggris UNIKOM tinggal. Mere-

ka menciptakan citra bahwa Bandung adalah kota

fashion.

Nenden Rikma Dewi, Erna Susilawati