< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10

Page 4 of 10
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.16 No. 1

14

H a l a m a n

begitu saja. Program masih akan terus dan berkem-

bang dari waktu ke waktu.

Karena memang hasil program baru bisa dirasakan

dalam kurun waktu yang cukup panjang, dimana

pada saat sebagian besar masyarakat Kabupaten

Pangandaran memahami, tahu dan peduli akan buk-

ti hukum atas kepemilikan tanah mereka dalam

bentuk sertifikat. Parameter keberhasilan program

dapat dilihat dari :

A. Jumlah Kegiatan yang Sudah Dilaksanakan

Menurut laporan pelaksanaan Program Larasita Ka-

bupaten Pangandaran selama tahun 2015, kegiatan

larasita sudah dilaksanakan sebanyak 5 - 10 kali.

Kegiatan yang dilaksanakan merata untuk setiap

Kecamatan (total 10 Kecamatan) di wilayah Kabu-

paten Pangandaran. Sehingga secara rutin jadwal

kunjungan mobil larasita ke setiap kecamatan ada-

lah 1 bulan 1 kali. Kegiatan dilaksanakan dari hari

Senin – Kamis dengan lama pelayanan hingga pen-

daftar terakhir selesai dilayani. Hasil dari kegiatan

larasita adalah penerbitan sertifikat tanah kepada

masyarakat. larasita lebih banyak melaksanakan

kegiatan pendaftaran tanah untuk pertama kali

(pengakuan/penegasan hak) terhadap bidang-

bidang tanah yang belum bersertifikat melalui

kegiatan PRONA, PRODA, UKM, PPAN, SMS, Rutin

Sporadis, dengan pencapaian hasil sebagai berikut:

1. Tahun 2012 : 2.024 bidang

2. Tahun 20113 : 2.524 bidang

3. Tahun 2014 : 3.093 bidang

Dari data tersebut paling banyak kegiatan adalah

pendaftaran tanah pertama kali. (Laporan Pelaksa-

naan Larasita Kantor Pertanahan Kabupaten Pan-

gandaran Tahun 2015).

B. Manfaat Pelaksanaan Program

Manfaat yang bisa diperoleh masyarakat melalui

larasita dijabarkan dari tujuan program yang ingin

dicapai. Dari data yang diperoleh dapat diketahui

manfaat apa saja yang paling dirasakan masyarakat

dan mana yang kurang. Manfaat program yang pal-

ing dirasakan masyarakat antara lain :

1. Pengurusan administrasi pertanahan menjadi

lebih mudah. Kemudahan ini berkat keberadaan

larasita yang langsung mendatangi masyarakat.

Mobil larasita yang terparkir di kantor Kecama-

tan membuat pengurusan administrasi per-

tanahan bisa sekaligus melengkapi syarat-syarat

yang harus diurus di Kecamatan dan dapat lang-

sung diserahkan ke petugas larasita.

2. Larasita lebih mudah dijangkau dari rumah, tid-

ak perlu repot jauh-jauh mendatangi Kantor Per-

tanahan. Sistem jemput bola yang dilakukan

Larasita secara nyata mampu memudahkan

masyarakat.

Perjalanan

yang

ditempuh

masyarakat dapat dipersingkat. Mereka cukup

mendatangi Kantor Kecamatan setempat, tidak

perlu jauh-jauh ke Kantor Pertanahan untuk

mengurus sertifikat. Lebih hemat waktu dan

tenaga.

3. Memperoleh informasi pertanahan menjadi

cepat dan jelas. Melalui petugas larasita ma-

syarakat bisa memperoleh informasi pertana-

han secara langsung, tanpa perantara, lebih

jelas dan terpercaya. Semua informasi yang

dibutuhkan dapat langsung diberikan oleh petu-

gas sesuai keinginan masyarakat dan dapat

dipercaya karena petugas larasita adalah petu-

gas yang sama, baik pengalaman maupun ki-

nerjanya, dengan petugas di Kantor Pertana-

han.

4. Terhindar dari calo/perantara yang kurang pro-

fesional. Ini merupakan salah satu alasan dan

tujuan diadakannya program larasita yaitu me-

mutus rantai percaloan. Jika masyarakat sudah

bisa menyadari bahwa dengan mereka menggu-

nakan larasita bisa terhindar dari calo maka

program larasita telah dilaksanakan tepat sasa-

ran.

Sedangkan manfaat yang kurang dirasakan

masyarakat antara lain :

1. Pengurusan administrasi pertanahan menjadi

lebih murah. Apabila dilihat dari segi biaya

transportasi dan waktu, keberadaan larasita

jauh lebih menghemat biaya daripada datang

langsung ke Kantor Pertanahan. Namun, bila

dilihat dari biaya pembuatan sertifikat dan

layanan pertanahan lainnya memang mengikuti

tarif yang berlaku dan sama dengan di Kantor

Pertanahan. Memang tidak dapat dipungkiri

biaya ini relatif mahal untuk beberapa ka-

langan, terutama masyarakat yang kurang

mampu di pedesaan. Terkadang ada juga be-

berapa proses sertifikat yang hanya bisa

diselesaikan di Kantor Pertanahan sehingga

membuat keberadaan larasita menjadi mahal

pula.

2. Bisa menyampaikan keluhan, kritik, dan saran

yang secara langsung bisa ditanggapi atau dija-

wab oleh petugas larasita. Manfaat ini kurang

bisa dirasakan oleh masyarakat karena tidak

semua jajaran pimpinan ikut bertugas di larasi-

ta. Sehingga apabila keluhan, saran dan kritik

ini ditujukan kepada pegawai kantor non petu-

gas larasita maka tidak bisa langsung diberi

solusi oleh petugas larasita atau harus

menunggu konfirmasi dari pihak terkait.

Darto