< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10

Page 5 of 10
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.16 No. 1

15

H a l a m a n

C. Prosedur Sertifikasi Tanah LARASITA

front office mo-

bile

setempat. Seluruh proses layanan dari mobil larasi-

ta saat itu juga langsung terdata di Kantor Per-

tanahan. Mobil larasita merupakan duplikasi dari

Kantor Pertanahan yang menjelma dalam bentuk

mobil keliling dengan akses dan gerak cepat

mengunjungi dan melayani sertifikasi pertanahan

dari masyarakat. Setiap unit mobil dilengkapi

dengan peralatan Teknologi Informasi dan Komu-

nikasi dengan prosedur pelayanan legalisasi aset

masyarakat atau sertifikasi tanah dilakukan melalui

4 loket pelayanan yang tersedia seperti pada alur

pelayanan pertanahan berikut ini :

Penjelasan dari Prosedur Sertifikasi Tanah Larasita

menurut Makalah Standar Operasional Prosedur

Larasita Kantor Pertanahan Kabupaten Panganda-

ran Tahun 2009 adalah sebagai berikut :

Pengurusan berkas-berkas dan syarat-syarat di Kan-

tor Kelurahan dan Kecamatan, meliputi:

1. Surat permohonan

2. dentitas para pihak (fotokopi KTP) dengan

menunjukkan aslinya

3. Bukti-bukti tertulis, antara lain:

a. Pethuk, Letter C, Girik/Pipil

b. Segel (Surat Bukti Jual Beli Tanah Adat) atau

akta PPAT

c. Putusan pengadilan yang berkekuatan

hukum tetap

d. Bukti lain dengan disertai pernyataan yang

bersangkutan dengan kesaksian dua orang

penduduk setempat. Apabila surat bukti tid-

ak ada dilampiri dengan:

1) Pernyataan pemohon

 Bahwa pengakuan pernyataan batas

dan luas tanah yang bermaterai.

 Bahwa penguasaan tanah telah dil-

akukan dengan itikad baik.

 Bahwa penguasaan itu tidak pernah

diganggu gugat dan karena itu diakui

dan dibenarkan oleh masyarakat desa

yang bersangkutan.

 Bahwa tanah tersebut sekarang tidak

dalam sengketa.

 Bahwa pernyataan yang dibuat adalah

sesuai kenyataan, karenanya bersedia

dituntut atas keterangan-keterangan

yang tidak benar.

2) Keterangan Kades atau Lurah dengan

saksi dua orang penduduk setempat yang

membenarkan penguasaan tanah terse-

but.

d) Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) atau Surat Pem-

beritahuan Pajak Terhutang (SPPT) tahun

terakhir.

Adapun proses pendaftaran larasita itu sendiri meli-

puti 6 tahapan yaitu :

1. Pendaftaran melalui LARASITA, meliputi:

a. Penerimaan pendaftaran

Setelah berkas-berkas terkumpulkan maka dis-

erahkan ke petugas LARASITA melalui Loket 2

(Petugas Entry Data Permohonan/EDP). Petugas

menerima

dokumen

permohonan

kemudian

melakukan input data. Dokumen akan diperiksa

kelengkapan dan kebenaran data atau berkas

permohonan yang dibawa pemohon. Jika data atau

berkas permohonan sudah benar dan lengkap,

dilanjutkan dengan pencetakan Surat Tanda Terima

Dokumen (STTD) dan Surat Perintah Setor (SPS).

Jika data belum benar atau lengkap dilakukan

pencetakan surat penolakan dan menyerahkan

semua dokumen ke pemohon.

b. Pengisian daftar-daftar isian

1) Daftar isian 1 yang merupakan daftar permo-

honan pekerjaan pendaftaran tanah. Berkas

permohonan yang masuk menjadi beban Ba-

dan Pertanahan untuk menerbitkan sertifikat.

2) Daftar isian 2 yang merupakan daftar permo-

honan pekerjaan pengukuran tanah.

3) Pemeriksaan ulang oleh petugas pelaksana

subseksi (manajer pelayanan LARASITA) dan

database

2. Pengumpulan data yuridis dan data fisik berupa :

a. Pengukuran letak tanah

b. Pengukuran batas tanah

c. Pengukuran luas tanah

d. Pengukuran luas bangunan

Dalam hal ini proses pengukurannya dilakukan oleh

petugas pelaksana dari Badan Pertanahan Kabupat-

en Pangandaran dengan jadwal yang disepakati

bersama.

3. Pengumuman data fisik dan data yuridis

Pengumuman dilakukan melalui media massa yang

antara lain meliputi media elektronik, media inter-

net, dan lain-lain. Hal ini bertujuan apabila ada

pihak yang berkeberatan dengan diterbitkannya

sertifikat tanah dan waktu pengumumannya adalah

60 hari.

Darto