< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8

Page 3 of 8
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.16 No. 1

23

H a l a m a n

Gambar 3. Anatomi Sampul Majalah

Sumber : Dokumentasi Pribadi (2 September 2017)

Mulyana (dalam Wantoro, 2013: 26) mengatakan

bahwa fungsi sampul adalah sebagai pengungkap

isi, daya tarik, dan sarana pelindung isi layaknya

sebuah kemasan.

2. Semiotika Roland Barthes

Istilah semiotika berasal dari bahasa Yunani, yaitu

“Semeion” yang memiliki arti tanda. Semiotika ada-

lah ilmu yang mempelajari tentang suatu tanda

sign

miotika adalah studi tentang tanda dan cara tanda

itu bekerja. Semiotika mempelajari sistem-sistem,

aturan-aturan, konvensi-konvensi yang memung-

kinkan tanda-tanda memiliki arti.

Pengertian tanda adalah sesuatu yang secara kon-

vensional dapat menggantikan atau mewakili sesua-

tu yang lain. Menurut F. de Saussure, tanda memiliki

signifier (signi-

fied

ungan antara penanda dan petanda ini adalah ar-

briter(bebas).

Secara umum semiotika terbagi menjadi 3 konsep

dasar, yaitu semiotika pragmatik (menguraikan

tentang asal usul tanda, fungsi tanda oleh yang

menerapkannya, dan efek tanda bagi yang

menginterpretasikan, dalam batas perilaku subyek),

semiotika sintatik (menguraikan tentang kombinasi

tanda tanpa memperhatikan maknanya ataupun

hubungannya terhadap perilaku subyek) dan

semiotika

semantik

(menguraikan

tentang

pengertian suatu tanda sesuai dengan ‘arti’ yang

disampaikan).

Roland Barthes (1915-1980) merupakan seorang

filsuf, kritikus sastra, dan semolog asal Prancis yang

mempraktikkan

dan

meneruskan

pemikiran

semiologi

Ferdinand

de

Saussure,

bahkan

mengembangkan semiologi itu menjadi metode

untuk menganalisa kebudayaan (Wikipedia, 2017).

Saussure tertarik pada cara kompleks pembentukan

kalimat

dan

cara

bentuk-bentuk

kalimat

menentukan makna, tetapi kurang tertarik pada

kenyataan bahwa kalimat yang sama bisa saja

menyampaikan makna yang berbeda pada orang

yang berbeda situasinya.

signifier-

signified

2017).

“Two Order Of

Signification”

makna sebenarnya sesuai kamus yang

signifiersignified

Tahap ini lebih melihat tanda secara denotatif.

Tahap denotasi ini baru menelaah tanda secara

bahasa. Dari pemahaman bahasa ini, dapat

dilanjutkan ke tahap kedua.

b. Ditahap kedua ini, terjadi interaksi antara tanda

dengan

hubungan

perasaan/emosi

dari

pembaca dan nilai-nilai kebudayaannya.. Tahap

ini lebih kepada aktifitas menelaah tanda

secara konotatif. Pada tahap ini konteks

budaya, misalnya, sudah ikut berperan dalam

penelaahan tersebut.

c. Makna denotatif dan konotatif pada tahap per-

tama & kedua ini jika digabung akan membawa

pada sebuah mitos (M. Febriani, 2017)

Berikut merupakan tabel penjelasan atau deskrpisi

tentang denotasi, konotasi dan mitos menurut Ro-

land Barthes.

Tabel 1. Deskripsi Denotasi, Konotasi & Mitos

Wantoro

Denotasi

Denotasi merupakan makna awal

dari kata, tanda atau teks yang

sesuai dengan makna yang

sebenarnya atau sesuai dengan

makna pada kamus.

Konotasi

Konotasi merupakan makna yang

bukan sebenarnya dan merujuk

pada hal yang lain. Makna konotasi

hanya bisa dipahami dalam

kaitannya dengan signifikasi dan

budaya tertentu.