< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8

Page 5 of 8
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.16 No. 1

33

H a l a m a n

menjual secara langsung kepada sejumlah

konsumen yang lain. Contohnya adalah

seseorang yang menawarkan penjualan rumah,

mobil dan sebagainya melalui iklan.

4. Consumer

to

business

(konsumen

ke

perusahaan)

Kategori ini antara lain mencakup individu-

individu yang menjual produk-produk atau jasa-

jasa kepada perusahaan; termasuk juga

individu-individu

yang

mencari

penjual,

berinteraksi

dengannya

dan

melakukan

transaksi dengannya.

5. E-Commerce

Dewasa ini semakin banyak lembaga-lembaga

non bisnis (misalnya, lembaga pendidikan),

organisasi-organisasi non profit, organisasi-

organisasi keagamaan, organisasi-organisasi

sosial dan badan-badan pemerintah yang

e-commerrce

untuk memotong pengeluaran mereka atau

memperbaiki

operasi

mereka

atau

meningkatkan pelayanan kepada konsumen

6. E-Commerce

Intra

Perusahaan

(intra

organisasional)

Kategori ini mencakup keseluruhan aktifitas

internal organisasi yang biasa dilakukan melalui

jaringan-jaringan internet

dan biasa mencakup

aktifitas-aktifitas pertukaran barang, jasa atau

informasi.

Pada praktiknya, nama domain menjadi salah satu

e-

Domain Name System

fitur yang paling penting dari Internet yang dikelola

Internet Corporation for Assigned Names and

Numbers

merupakan merek terkenal atau orang terkenal,

dengan demikian hal ini berkaitan dengan ketentu-

an merek juga, walaupun nama domain itu bukan-

lah sebuah merek.

Nama domain adalah sebuah nama unik yang me-

wakili identitas seseorang, organisasi atau perus-

ahaan di internet. Pada umumnya nama domain

sering dijadikan sebagai alamat e-mail atau website

seseorang, organisasi atau perusahaan tertentu.

Pengertian nama domain atau biasa disebut dengan

domain name

internet yang digunakan untuk mengidentifikasi se-

domain name

adalah alamat yang digunakan untuk menemukan

sebuah website pada dunia internet, seperti :

sa-

triawebhost.com

,

rattanland.com

,

Berdasarkan ketentuan Pasal 1 angka 20 Undang-

Undang ITE, Nama Domain adalah alamat internet

penyelenggara negara, Orang, Badan Usaha, dan/

atau masyarakat, yang dapat digunakan dalam berk-

omunikasi melalui internet, yang berupa kode atau

susunan karakter yang bersifat unik untuk menun-

jukkan lokasi tertentu dalam internet.

e-commerce,

termasuk halnya dengan p

e-commerce

sengketa. Penyelesaian sengketa ini dapat dil-

akukan secara litigasi (melalui lembaga peradilan

umum) ataupun non litigasi (melalui mekanisme

alternatif penyelesaian sengketa). Pasal 38 UU ITE

menyatakan bahwa setiap orang dapat mengajukan

gugatan terhadap pihak yang menyelenggarakan

sistem elektronik dan/atau menggunakan

teknologi

informasi yang menimbulkan kerugian, melalui

mekanisme gugatan secara perwakilan terhadap

pihak yang menyelenggarakan sistem elektronik

dan/atau menggunakan teknologi informasi terse-

but yang berakibat merugikan masyarakat, sesuai

dengan ketentuan Peraturan Perundang-undangan.

Selanjutnya, Pasal 39 ayat (2) UU ITE menyebutkan

bahwa selain penyelesaian gugatan perdata se-

bagaimana dimaksud pada ayat (1), para pihak

dapat menyelesaikan sengketa melalui arbitrase,

atau lembaga penyelesaian sengketa alternatif

lainnya sesuai dengan ketentuan Peraturan Perun-

dang-undangan. Ketentuan termaksud berlaku pula

terhadap penyelesaian sengketa kepemilikan nama

domain yang melibatkan warga negara Indonesia.

Pilihan untuk menyelesaikan sengketa kepemilikan

nama domain di luar pengadilan dalam hal ini ar-

bitrase, sebagai cara penyelesaian sengketa di luar

pengadilan (non litigasi) yang bersifat adjudikasi ini

merupakan salah satu pilihan masyarakat dengan

pertimbangan bahwa waktu dapat lebih singkat yak-

ni paling lama 180 hari sejak terbentuknya majelis

arbiter, sebagaimana ditegaskan dalam Pasal 48

ayat (1) UU Nomor 30 Tahun 1999 Tentang Ar-

bitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa

(selanjutnya disebut UU Arbitrase), perkara yang

diajukan ditangani oleh arbiter yang memang

memiliki keahlian dan kompetensi dalam bidang

usaha yang menjadi pokok permasalahan dalam

perkara tersebut.

Arbitrase dapat dilakukan baik secara langsung di

on-

line)

Undang-Undang ITE yang di dalamnya mengatur

pula mengenai transaksi elektronik. Ada berbagai

lembaga arbitrase baik di Indonesia yaitu BANI

(Badan Arbitrase Nasional Indonesia) maupun lem-

baga arbitrase internasional seperti ICSID, SIAC, NAF

atau WIPO (lembaga arbitrase dalam sengketa na-

ma domain). Sengketa yang terjadi sering terjadi di

antara pihak-pihak yang jauh keberadaannya dalam

dunia nyata, sehingga arbitrase dilakukan secara

online. Selain itu, pihak-pihak yang bersengketa

e-commerce

kewarganegaraan, sehingga saat sengketa itu

Hetty Hassanah