Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6

Page 1 of 6
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.16 No. 1

37

H a l a m a n

PERANAN PELAJAR DALAM MENGHADAPI MASYARAKAT EKONOMI ASEAN

SAVITRI ADITIANY

Program Studi Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Universitas Padjajaran

Dalam menghadapi era globalisasi yang berkembang sangat cepat serta untuk membangun

integritas ekonomi yang kuat antar anggota ASEAN maka dibentuk ASEAN Economic Community

(AEC) atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Keberadaan MEA ini tentu saja menjadi peluang

dan tantangan tersendiri bagi bangsa Indonesia. Dimana Indonesia dengan jumlah penduduk

yang banyak menjadi salah satu potensi pelaksanaan MEA 2015. Tentu saja potensi tersebut

harus dibarengi dengan kualitas sumber daya manusia yang tinggi. Dalam upaya untuk mening-

katkan kualitas SDM tentu saja tidak dapat dilepaskan dari yang namanya pendidikan karena

penidikan merupakan unsur penting yang harus mendapat prioritas utama. Pendidikan diharap-

kan mempunyai outcome berupa life skill, yang menjadi bagian konsep dasar pendidikan na-

sional untuk menciptakan generasi muda yang handal, memiliki daya kreativitas yang tinggi

serta mampu bersaing dengan negara lain.

Penelitian ini mengkaji bagaimana upaya dan kebijakan pemerintah yang diterapkan dalam

menghadapi MEA khususnya dalam bidang pendidikan serta upaya pelajar dalam menghadapi

MEA. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif analisis dan metode

kepustakaan yaitu berdasarkan referensi buku-buku, jurnal ataupun karya ilmiah yang berhub-

ungan dengan MEA.

KeywordsMasyarakat Ekonomi ASEAN, Pasar Bebas, Pendidikan, dan Pelajar

PENDAHULUAN

Dalam menghadapi era globalisasi yang berkembang

sangat cepat serta untuk membangun integritas

ekonomi yang kuat antar anggota ASEAN maka diben-

tuk ASEAN Economic Community (AEC) atau Masyara-

kat Ekonomi ASEAN (MEA). MEA merupakan satu

pasar tunggal di kawasan Asia Tenggara, bertujuan

untuk meningkatkan investasi asing di kawasan Asia

Tenggara, termasuk Indonesia yang juga akan mem-

buka arus perdagangan barang dan jasa dengan mu-

dah ke negara-negara di Asia Tenggara. Pada awal-

nya MEA direncanakan akan dilaksanakan pada ta-

hun 2020 sesuai dengan hasil pertemuan di Bali ta-

hun 2003, namun pada pertemuan di Filipina yang

diselenggarakan pada 13 Januari 2007, para negara-

negara anggota ASEAN sepakat untuk mempercepat

pembentukan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Percepatan keputusan negara ASEAN untuk mem-

bentuk MEA yang pada awalnya akan dimulai pada

tahun 2020 menjadi 2015, hal tersebut menggam-

barkan tekad ASEAN untuk segera meningkatkan

pertumbuhan ekonomi dan daya saing antar sesama

negara anggota ASEAN untuk menghadapi per-

saingan global.

Pembentukan ASEAN sebagai suatu pasar tunggal

dan basis produksi akan membuat ASEAN lebih kom-

petitif dengan mekanisme dan langkah baru guna

memperkuat pelaksanaan inisatif – inisiatif ekonomi

yang ada, mempecepat integrasi kawasan –kawasan

prioritas , memfasilitasi pergerakan para pelaku

usaha, tenaga kerja terampil dan berbakat dan mem-

perkuat mekanisme kelembagaan ASEAN.

Dalam AEC blue print integrasi ekonomi kawasan

disetarakan dengan percepatan liberalisasi. Aturan –

aturan yang dibuat dalam AEC dibuat sedemikian

rupa agar selaras dengan aturan – aturan inter-

nasional cetak biru tersebut dalam usahanya

mengakses pasar eksternal (menjadikan ASEAN se-

buah kawasan kompetitif, meliberalisasi seluruh area

ekonomi) ketimbang usaha pengembangan sebuah

pasar kawasan di dalamnya (internal). Liberalisasi

bidang

SOSPOL