Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6

Page 1 of 6
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.16 No. 1

47

H a l a m a n

LACTOBACILLUS ACIDOPHILUS

UNTUK MENGHAMBAT PENYAKIT PULLORUM

IDA NINGRUMSARI, LINA HERLINAWATI

STP Jabar

Penyakit pullorum dikenal dengan nama berak kapur atau berak putih (Bacilary white Diarrchae)

yang banyak menimbulkan kerugian bagi peternak, oleh karena itu dilakukan penelitian dengan

tujuan untuk mengetahui ketahanan (viabilitas) L acidophilus dalam pakan ayam broiler untuk

menghambat penyakit pullorum. Rancangan penelitian menggunakan eksperimental

laboratorium, persamaan kuadratik dan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 1 faktorial dengan pola

perlakuan konsentrasi L acidophilus dari 10

6

-10

9

. Pertumbuhan terbaik dari L acidophilus yaitu

yang berumur 12 jam digunakan untuk menghambat Salmonella pullorum,sedangkan

pertumbuhan S pullorum yang dapat menginfeksi ayam yaitu pada umur 15 jam.Konsentrasi

L acidophilus yang dapat menghambat S pullorum secara in vitro yaitu 10

7

, LD

50

Salmonella

pullorum in vivo ayam broiler pada 10

8

. Viabilitas (ketahanan) L acidophilus dalam pakan bisa

bertahan hidup di atas 35 hari.

Keywords : Viabilitas, L acidophilus , pakan dan S pullorum

PENDAHULUAN

Penyakit pullorum atau berak kapur atau berak putih

(Bacilary

White

Diarrchae)

disebabkan

oleh

Salmonella pullorumS pullorum

bakteri bentuk batang Gram negatif. Penyakit berak

kapur menyebabkan kematian pada ayam sangat

tinggi, menyerang anak ayam umur (1-10) hari,

selain anak ayam penyakit ini menyerang unggas

seperti merpati, puyuh, dan burung-burung liar,

bakteri ini dapat bertahan dalam tanah sampai 1

tahun. Selama ini para peternak untuk mengobati

berak kapur menggunakan zat-zat kimia yang

berbahaya

seperti

furozolidon,

coccilin,

neo

tetramycin atau tetra. Penanggulangan dengan obat-

obat kimia bereaksi lebih cepat tetapi berdampak

negatif terhadap lingkungan, diantaranya mikroba-

mikroba patogen menjadi resisten, mikroba yang

bukan target ikut musnah dan residunya dapat

membahayakan konsumen, sehingga dibutuhkan

L

acidophilus

laktat berbentuk batang Gram negatif, termasuk

salah satu bakteri probiotik. Penggunaan probiotik

pada ternak secara umum memperbaiki performan

ternak secara efektif dan ekonomis, tidak

menimbulkan cros resisten terhadap mikroorganisme

lain, tidak menimbulkan resistensi, tidak diserap oleh

usus, tidak menimbulkan polusi, mutasi dan toksik

pada manusia (Raghavan dan Krishna, 1998) serta

aman bagi manusia (Coolin et al, 1998). Sedangkan

menurut Livia 1998 melaporkan bahwa bakteri asam

laktat

memiliki

kemampuan

menghambat

pertumbuhan mikroba patogen karena menghasilkan

beberapa zat kimia diantaranya asam laktat, asam

asetat, hidrogen peroksida dan bakteriosin. Bakteri

Lactobacillus

mempunyai

pengaruh

antagonis

Eschercia coliL

acidophilus

supaya pakan probiotik tersebut masih bisa

dipergunakan walaupun disimpan dalam beberapa

waktu.

bidang

SAINS